Sejumlah besar pasukan Israel menyerbu kamp pengungsi Jenin pada Senin dini hari (19/6), menewaskan lima orang. Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa selain lima warga Palestina yang tewas, terdapat 91 lainnya luka-luka, termasuk 23 dalam kondisi kritis akibat tembakan militer Israel dalam serangan besar-besaran di kamp pengungsian di Tepi Barat utara tersebut.
Kementerian melaporkan bahwa orang Palestina kelima yang tewas dalam serangan itu adalah Ahmad Daraghmeh, seorang penduduk Distrik Tubas. Sebelumnya, empat korban lain telah diidentifikasi sebagai Khaled Azzam Asa’sah (21), Ahmad Youssef Saqr (15), Qassam Faisal Abu Sariya (29) dan Qais Majdi Jabareen (21), semuanya berasal dari Jenin.
Pada pagi hari, sejumlah besar pasukan Israel, yang terdiri dari sekitar 120 kendaraan militer menyerbu kota. Mereka mengerahkan penembak jitu di atap beberapa rumah, memicu konfrontasi kekerasan.
Sari Samour, 49, warga lingkungan al-Zahraa yang berdekatan dengan kamp Jenin, menceritakan bahwa sirene peringatan dibunyikan di kamp setelah sholat subuh berakhir. Sirene biasanya dibunyikan oleh pejuang Palestina untuk memperingatkan serangan Israel.
“Mereka mulai menembaki rumah-rumah secara acak. Di antaranya adalah rumah tetangga saya, yang putrinya, Sadeel, 15 tahun, sedang duduk di kamarnya. Beberapa saat kemudian, kami mendengar teriakan dari rumah mereka, jadi kami semua keluar untuk melihat apa yang terjadi, dan mengetahui bahwa gadis itu ditembak di kepala. Dia masih dalam kondisi serius dan nyawanya dalam bahaya,” tambahnya.
Selain gadis 15 tahun tersebut, Kementerian menyampaikan bahwa satu lagi kasus cedera kepala dilarikan ke Rumah Sakit al-Razi, sedangkan 27 korban lainnya, termasuk 12 dalam kondisi kritis, dibawa ke Rumah Sakit Khusus Ibnu Sina.
Menurut warga Jenin, bala bantuan militer Israel yang menyusul ke Jenin sangat banyak, berasal dari pangkalan-pangkalan di Tepi Barat bagian utara. Tentara bersenjata lengkap menembakkan peluru tajam, granat kejut, dan tabung gas air mata, saat buldoser lapis baja tentara menghancurkan pipa pembawa air yang memasok air ke lingkungan al-Jabiriyyat dan menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran. Israel juga menggunakan helikopter Apache untuk menyerang sasaran Palestina -pertama kali sejak 2006 selama Intifadah Kedua.
“Setiap orang yang bergerak ditembak, kehidupan terganggu, sekolah ditutup, bahkan ambulans menjadi sasaran tembakan. Banyaknya korban jiwa dan luka membuktikan bahwa tentara Israel berperilaku gila di Jenin,” kata Samour.
Pasukan Israel, menurut koresponden WAFA, masuk ke rumah keluarga Mus`ab al-Barmaki dan menggunakan anggota keluarga sebagai tameng manusia, sebelum menahan dua warga Palestina.
Jenin telah menjadi target reguler serangan Israel di Tepi Barat selama setahun terakhir, dengan berbagai serangan yang dilakukan hampir setiap malam. Pasukan dan pemukim Israel telah membunuh setidaknya 161 warga Palestina tahun ini, termasuk 26 anak-anak. Sebanyak 127 kematian telah dicatat di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dan 34 lainnya di Jalur Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








