Empat warga Palestina tewas dan 44 lainnya luka-luka tertembak peluru tajam, banyak di antaranya dalam keadaan kritis, akibat serangan tentara Israel di Kamp Pengungsi Jenin (28/9), menurut Kementerian Kesehatan dan Keamanan Palestina.
Kementerian Kesehatan mengonfirmasi empat warga Palestina yang tewas, dan mengidentifikasi tiga dari mereka sebagai Abed Fathi Hazem, Mohammad Mahmoud Elwaneh, yang terbunuh di sebuah rumah yang dikepung dan ditembaki oleh tentara. Sementara itu, Ahmad Nathmi Alawneh tewas akibat ditembak di kepala dalam bentrokan jalanan dengan tentara. Yang keempat diidentifikasi sebagai Mohammad Abu Naaseh.
Sumber keamanan mengatakan bahwa pasukan dalam jumlah besar menyerbu Jenin dan kamp pengungsinya, menembak ke segala arah dan menembakkan tabung gas air mata saat mengelilingi dan menembaki sebuah rumah milik Fathi Hazem, ayah dari Abed, salah satu korban yang tewas.
Sementara itu, pemukim Israel juga menyerang warga Palestina di rumah mereka di Desa Madama, selatan Kota Nablus, Tepi Barat. Setidaknya 21 warga Palestina terluka pada Rabu (28/9) dalam serangan tersebut.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa delapan warga Palestina terluka akibat dipukuli oleh pemukim Israel di depan tentara Israel yang memberikan perlindungan kepada pemukim. Tiga belas lainnya menderita sesak dan lemas karena menghirup gas beracun yang ditembakkan ke arah mereka oleh pasukan Israel. Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak di bawah umur, ditahan oleh pasukan militer.
“Kekerasan pemukim telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Palestina di bawah pendudukan. Pasukan keamanan Israel mengizinkan tindakan ini, yang mengakibatkan korban Palestina–cedera dan kematian–serta kerusakan tanah dan properti. Dalam beberapa kasus, tentara melakukan pengawalan bersenjata atau bahkan bergabung dalam serangan,” kata pusat informasi Israel untuk hak asasi manusia di wilayah pendudukan, B’Tselem.
“Investigasi, kalaupun dibuka, biasanya ditutup tanpa tindakan terhadap pelaku sebagai bagian dari kebijakan keringanan hukuman yang tidak diumumkan. Efek jangka panjang dari kekerasan ini adalah perampasan hak warga Palestina dari bagian Tepi Barat yang semakin meningkat, membuatnya lebih mudah untuk Israel untuk mengambil alih tanah dan sumber daya,” kata B’Tselem.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







