Sekelompok pengacara internasional Mesir dan Arab tengah membentuk tim untuk mengajukan gugatan terhadap pihak berwenang Israel, setelah adanya penemuan kuburan puluhan tentara Mesir.
Gugatan diajukan dengan latar belakang untuk mengungkapkan bahwa Israel telah membunuh tentara Mesir selama perang 1967. Pengacara Ahmed Al-Ganzouri mengatakan bahwa kelompok yang dibentuk sangat besar dan mencakup pengacara dan hakim Mesir dan internasional, beberapa di antaranya dari Pengadilan Kriminal Internasional.
Sebelumnya pada hari Minggu (10/7), Kementerian Luar Negeri Mesir menugaskan kedutaan Mesir di Tel Aviv untuk mencari kebenaran tentang keberadaan kuburan massal tentara Mesir.
Surat kabar Yedioth Ahronoth mengungkapkan bahwa Israel mengubur puluhan mayat tentara Mesir dari pasukan komando Mesir yang menjadi martir saat perang 1967. Disebutkan pula bahwa jasad mereka dikuburkan di tempat yang sekarang menjadi tempat parkir mobil di taman Mini Israel, di daerah Latrun, sebelah barat Al-Quds (Yerusalem). Pada Juni 1967, pertempuran berdarah meletus di wilayah tersebut. Pada hari itu diperkirakan terdapat sekitar 100 tentara Mesir menjadi martir.
Baca juga “Kemenlu Mesir Selidiki Keberadaan Kuburan Massal Tentara Mesir di Al-Quds“
Menurut kesaksian salah satu warga Israel yang bermukim di daerah tersebut, jenazah yang dikubur di kuburan massal tersebut adalah para tentara yang tubuhnya dibakar. Jumlahnya mencapai 70 tentara, sebagaimana dikutip laporan Ze’ev Bloch. Hal ini juga diperjelas dengan pernyataan seorang mantan tentara Israel. Dia mengatakan bahwa terdapat sekitar 70 mayat dari pasukan komando Mesir dan mungkin puluhan tentara Mesir lainnya yang dimakamkan di situs ini dan tidak ada yang tahu tentang itu. Selama perang, Bloch bertanggung jawab atas wilayah ini dan merahasiakan masalah ini selama lima puluh tahun.
Menurut mantan tentara Israel itu, “Yang dibawa dan dikubur di dalam sumur adalah tentara yang dibakar, karena daerah itu penuh dengan duri atau rumput liar setinggi satu setengah meter. Daerah itu tidak dibudidayakan dan duri-durinya terbakar dengan cepat.”
Dia menambahkan, “Sebagian tentara komando Mesir berada di tempat itu dan terbakar di lokasi. Kebakaran tersulut karena sebuah tembakan peluru. Ada kemungkinan tentara Israel lainnya juga ditempatkan di sumur yang sama, yang terbunuh selama pekerjaan tersebut.”
Menurut surat kabar tersebut, militer Israel mencegah publikasi kasus tersebut selama lebih dari 55 tahun. Tentara yang berpartisipasi dalam pertempuran bekerja sama saling memantau dan merahasiakan informasi kasus tersebut hingga hari ini.
Sumber:
https://aljarmaq.net/post/15099/تشكيل–فريق–قانوني–لرفع–دعوى–قضائية–ضد–إسرائيل%C2%A0بعد–الكشف–عن%C2%A0مقبرة–جماعية–لجنود–مصريين
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








