Selama dua hari berturut-turut, warga Kota Gaza kembali kehilangan akses internet dan telepon rumah setelah serangan Israel merusak jalur infrastruktur utama. Hal ini semakin memperdalam isolasi wilayah yang tengah dihantam agresi militer ini.
Otoritas Regulasi Telekomunikasi Palestina mengonfirmasi bahwa jaringan telepon dan internet lumpuh di Kota Gaza serta sebagian wilayah utara sejak Rabu (17/8), akibat kerusakan pada kabel dan fasilitas penting.
Pemadaman komunikasi semacam ini melumpuhkan akses dan koordinasi rumah sakit, tim pertahanan sipil, dan operasi bantuan kemanusiaan. Lembaga HAM menegaskan, hal ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari taktik sistematis untuk membungkam Gaza sekaligus menghalangi pengawasan dunia luar. Euro-Mediterranean Human Rights Monitor mencatat belasan pemadaman total sejak Oktober 2023, yang mereka gambarkan sebagai upaya terencana untuk “memadamkan cahaya” Gaza dan menutupi pelanggaran di lapangan.
Sejak Oktober 2023, agresi brutal Israel di Jalur Gaza telah membunuh lebih dari 65.100 warga Palestina, menghancurkan wilayah tersebut, dan memaksa penduduk hidup dalam kelaparan. Pada Selasa lalu, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina menegaskan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza.
Sumber:
MEMO, AA







