Pengadilan Israel pada Senin (12/9) memperpanjang untuk kelima kalinya penahanan jurnalis perempuan Palestina dari Al-Quds (Yerusalem) Timur, Lana Ghosheh, yang merupakan ibu dari dua anak. Pengadilan memperpanjangnya setelah ia menjalani dua sidang penahanan hingga Minggu depan.
Menurut Masyarakat Tawanan Palestina (PPS), di pengadilan, Ghosheh mengeluh tentang kondisi penahanannya yang keras di sel isolasi Penjara Hasharon Israel. Ia menangis dan memohon pembebasannya agar dapat bersatu kembali dengan anak-anaknya.
Lama Ghosheh, (32 tahun), telah menikah dan merupakan seorang ibu dari dua anak yang masih berusia dua dan lima tahun. Ia merupakan mahasiswa pascasarjana di Universitas Birzeit. Pasukan Israel menangkap Ghosheh di rumahnya, di Sheikh Jarrah, Al-Quds Timur pada tanggal empat bulan ini. Selain menahannya, pasukan Israel juga menyita telepon seluler dan komputernya.
Penahanannya terkait dengan pekerjaannya sebagai jurnalis dan pembelaannya terhadap pengambilalihan rumah-rumah di Sheikh Jarrah oleh pemukim Israel. Jumlah jurnalis yang saat ini berada di penjara Israel telah mencapai 17, termasuk tiga jurnalis wanita, kata PPS.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







