Pengadilan Israel pada Selasa (16/8) memperpanjang kurungan isolasi tawanan Palestina berusia 21 tahun, Ahmad Manasra, meskipun kondisi mental dan fisiknya memburuk. Pada sidang tersebut, pengadilan Israel memutuskan untuk memperpanjang kurungan isolasinya selama enam bulan lagi.
Periodenya di sel isolasi akan berakhir pada Mei. Namun, dengan keputusan itu, Manasra akan tetap terisolasi hingga November. Pada saat itu, dia akan menghabiskan satu tahun di sel terisolasi, terputus dari kontak normal dengan tawanan Palestina lainnya.
Pengacaranya, Khaled Zabarka, mengatakan bahwa dia akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. “Ahmed dalam kondisi yang sangat sulit dan dia membutuhkan perawatan segera,” kata Zabarka. “Alasan pengadilan untuk membuat Ahmed tetap terisolasi adalah bahwa dia mungkin melukai dirinya sendiri. Tetapi isolasi hanya menyebabkan dia lebih banyak menderita.” Saya mengunjungi Ahmed baru-baru ini dan saya tahu persis bagaimana isolasi memengaruhinya. Meskipun saya tidak dapat memberikan rincian karena kerahasiaan pribadi, saya dapat mengatakan bahwa dia membutuhkan perawatan profesional untuk saat ini,” tambah Zabarka.
Zabarka mengatakan bahwa selain menolak membebaskan kliennya dengan segera, pengadilan juga menolak memindahkannya ke penjara umum agar tawanan Palestina lain dapat turut merawatnya. “Kami memberitahu mereka bahwa ada tawanan Palestina yang mengetahui kondisinya dan siap untuk bertanggung jawab dan merawatnya,” kata Zabarka. “Menempatkannya di sel isolasi adalah hukuman bagi anak yang sakit mental. Dia perlu perawatan, bukan hukuman,” kata Zabarka.
Otoritas Israel mengklaim bahwa mereka menjaga Manasra dalam isolasi dan di bawah pengawasan karena dia menimbulkan ancaman bagi dirinya sendiri dan tawanan lainnya. Ahmad Manasra lahir pada 2002 di Beit Hanina di Al-Quds (Yerusalem) dan menjadi tawanan sejak 12 Oktober 2015 ketika masih berusia 13 tahun. Ia menjadi sasaran penganiayaan berat selama interogasinya oleh petugas Israel. Dia menjalani hukuman 12 tahun penjara, kemudian berkurang menjadi 9 tahun.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







