Otoritas Palestina (PA) memperingatkan bahwa Israel telah memulai serangan terhadap Rafah tanpa pengumuman resmi untuk menghindari tekanan internasional.
Semalam, Israel mengebom Rafah, yang sebagian besar menargetkan rumah-rumah dan blok permukiman warga Palestina, termasuk lingkungan Musabah, Khirbet Al-Adas, dan Al-Jeneina. Serangan tersebut membunuh sedikitnya 14 warga Palestina.
“Israel mulai menghancurkan Rafah setiap hari dan secara sistematis melalui serangan berulang-ulang terhadap rumah-rumah, menyebabkan puluhan warga sipil terbunuh dan terluka,” kata Kementerian Luar Negeri PA pada Selasa (19/3) .
Ia menambahkan bahwa untuk menghindari kecaman dan tekanan internasional untuk menghentikan serangan semacam itu, Israel tidak menunggu izin dari siapa pun, dan tidak mengumumkan operasi tersebut secara terbuka.
Peningkatan serangan udara dan penembakan artileri Israel di Rafah terjadi ketika Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Qatar, tempat pembicaraan antara Israel dan Hamas berlanjut, namun belum terlihat adanya terobosan untuk mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera.
Pada Selasa, Majed Al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengatakan bahwa serangan terhadap Rafah akan berdampak negatif pada perundingan gencatan senjata di Doha.
“Setiap serangan terhadap Rafah akan menyebabkan bencana kemanusiaan dan berdampak negatif terhadap kemajuan perundingan,” katanya. Ansari menambahkan bahwa mediator sedang mengupayakan kesepakatan gencatan senjata sementara untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.
“Masih terlalu dini untuk membicarakan terobosan apa pun dalam negosiasi, tapi kami optimis mengenai hal itu,” katanya, menurut Al-Jazeera Arab .
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








