Israel telah memobilisasi sekitar 60.000 anggota cadangan militer (reservis) untuk ambil bagian dalam rencana pendudukan Kota Gaza. Pengerahan besar-besaran ini menandai eskalasi luar biasa dalam genosida yang kini memasuki bulan ke-23. Tentara Israel menyatakan bahwa para reservis akan dilengkapi senjata, perlengkapan pribadi, dan perlengkapan taktis lengkap, serta mengikuti latihan pertempuran di lingkungan perkotaan dan medan terbuka untuk meningkatkan kesiapan misi mendatang.
Menurut harian Israel Maariv, reservis akan menjalani pelatihan selama tiga hingga empat hari sebelum sebagian ditempatkan untuk menggantikan pasukan reguler di front utara. Langkah ini diberlakukan menyusul penetapan Kota Gaza sebagai “zona tempur berbahaya” pada Jumat lalu, disertai pengeboman berat dan pembongkaran bangunan yang telah menimbulkan banyak korban sipil dan kerusakan luas. Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa tentara Israel menggunakan robot berisi bahan peledak dan menerapkan strategi “bumi hangus.”
Mobilisasi ini merupakan bagian dari rencana pendudukan Gaza secara bertahap yang disetujui pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 8 Agustus. Strategi tersebut, menurut penyiar publik Israel KAN, meliputi pemindahan warga ke selatan secara paksa, pengepungan Kota Gaza, dan kemudian melakukan serangan lebih dalam ke area permukiman. Kepala Staf Eyal Zamir menyatakan bahwa operasi Israel di Jalur Gaza akan diperluas dan diperkuat.
Sumber:
MEE, AA






