Ketika penduduk Gaza kelaparan, para politisi Israel menolak untuk mencabut pengepungan di Gaza agar truk bantuan dalam jumlah yang cukup bisa masuk ke jalur tersebut. Sebaliknya, bekerja sama dengan AS dan Yordania, mereka menjajaki kemungkinan melanjutkan serangan udara dan membangun pelabuhan untuk menerima bantuan.
Setelah tur perahu di pantai Gaza, Kabinet Perang dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa rencana Washington untuk membangun pelabuhan agar bantuan dapat masuk ke Gaza akan merugikan Hamas.
“Proses ini dirancang untuk memberikan bantuan langsung kepada warga dan dengan demikian melanjutkan runtuhnya kekuasaan Hamas di Gaza,” kata Gallant, yang didampingi pejabat militer dalam kunjungan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera.
“Kami akan memastikan bahwa pasokan sampai ke sini bagi mereka yang membutuhkan dan bukan bagi mereka yang tidak membutuhkan,” tambahnya.
Namun, rencana pembangunan pelabuhan dikritik sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari ratusan ribu warga Palestina yang kelaparan dan Israel yang terus menerus memblokir bantuan ke daerah Gaza.
Demikian pula, kelompok hak asasi manusia telah mengecam rencana untuk terus mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara sebagai hal yang sangat tidak efisien sebab penduduk Gaza memerlukan bantuan secara mendesak.
Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel mengatakan bahwa bantuan dari udara saja tidak cukup, karena keluarga-keluarga Palestina terpaksa mengonsumsi pakan hewan atau melewatkan makan, yang menyebabkan kekurangan gizi akut di antara sebagian besar penduduk di daerah pantai yang terkepung, menurut Al Jazeera.
Kelompok ini juga membantah klaim Israel bahwa makanan memasuki Jalur Gaza dalam jumlah yang cukup seperti sebelum perang, “karena tidak ada produksi lokal akibat rusaknya tanaman pangan dan toko roti lokal, sehingga kebutuhannya jauh lebih tinggi.”
“Menurut Mahkamah Kriminal Internasional, kelaparan dianggap sebagai kejahatan perang. Israel harus segera menghentikan segala bentuk pembantaian di Jalur Gaza dan berhenti membatasi bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa. Ini adalah noda moral yang akan tetap ada pada kita selama beberapa generasi,” simpul Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel.
Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan kegagalan internasional dalam melindungi warga Palestina selama Ramadan sebagai pembunuhan terhadap kemanusiaan.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, mereka mengatakan: “Kegagalan Dewan Keamanan untuk menerapkan Resolusi 2720 dan ketidakmampuannya untuk menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dan medis secara terus-menerus kepada warga sipil di Jalur Gaza tidak dapat dibenarkan.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








