Otoritas Israel membatalkan rencana pawai bendera di luar Kota Tua Al-Quds yang diselenggarakan oleh ekstremis sayap kanan Israel. Pawai yang sedianya akan diadakan pada Rabu mendatang, diumumkan beberapa hari setelah Masjid Al-aqsa diserbu oleh pasukan pendudukan Israel yang menyerang jamaah Palestina.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh petugas Israel mengatakan permintaan agar pawai bendera diajukan menjadi Senin “dengan pemberitahuan singkat” dan bahwa seorang penyelenggara dipanggil untuk membahas tanggal alternatif, Times of Israel melaporkan.
Namun perwira senior Israel menolak dan mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan pawai bendera berlangsung seperti yang diusulkan oleh penyelenggara. Pawai bendera saat ini akan membutuhkan pengerahan 1.000 polisi lagi ke Al-Quds. Kami sudah mencapai titik puncaknya, dengan tujuan utama kami untuk melindungi keamanan publik dan keamanan setiap tempat,”
Kepala LSM Zionis Im Tirtzu, yang membantu mengorganisasi pawai, mengecam keputusan pihak berwenang. “Semua orang yang ingin datang ke ibu kota [selama Paskah] mengalami pukulan moral,” kata Matan Peleg kepada Radio Angkatan Darat. “Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu ditakuti.” Banyak yang telah bersumpah bahwa mereka akan melanjutkan aksi pawai bendera meskipun dilarang pihak kepolisian.
Sumber: https://www.#/20220420-israel-stops-extreme-right-wing-groups-holding-flag-march-in-jerusalem/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







