Sektor pendidikan di Jalur Gaza mengalami kehancuran sistematis akibat agresi Israel, yang bertujuan menghapus kehidupan pendidikan dan menghalangi hak dasar rakyat Palestina untuk memperoleh pendidikan dan berkembang. Serangan ini melanggar norma dan konvensi internasional yang melindungi hak atas pendidikan.
Sejak agresi terbaru dimulai, Israel telah menargetkan dan membunuh sejumlah tokoh pendidikan. Di antaranya adalah Dr. Rashid Abu Jahjouh, Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan; Manar Abu Khater, Direktur Pendidikan di Direktorat Pendidikan Khan Younis Timur; serta Jihad Al-Agha, Kepala Departemen Supervisi di Direktorat Pendidikan yang sama.
Laporan Euro-Med Human Rights Monitor menyebut bahwa Jihad Al-Agha terbunuh dalam serangan udara pada 23 Maret, bersama dengan istrinya dan anak-anaknya. Sementara itu, Manar Abu Khater terbunuh dalam serangan udara pada 24 Maret, bersama dua anaknya.
Kementerian Pendidikan Palestina melaporkan bahwa sekitar 800 tenaga pendidik telah terbunuh, termasuk pegawai kementerian dan staf di tujuh direktorat pendidikan, serta lebih dari 150 akademisi dari universitas dan perguruan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa serangan Israel menargetkan semua aspek pendidikan, dari sekolah hingga perguruan tinggi.
Selain itu, sekitar 90 persen sekolah di Gaza telah hancur sebagian atau sepenuhnya, menyebabkan ratusan ribu siswa kehilangan satu tahun akademik penuh. Ini bukan hanya krisis pendidikan, tetapi juga bencana kemanusiaan yang mengancam masa depan seluruh generasi anak dan pemuda Palestina.
Sementara itu, Israel juga telah membunuh beberapa pejabat senior pemerintah Gaza. Pada 18 Maret, serangan udara membunuh Issam al-Dalis, Kepala Pekerjaan Umum; Ahmed al-Hatta, Wakil Menteri Kehakiman; Mahmoud Abu Watfa, Wakil Menteri Dalam Negeri; dan Bahjat Abu Sultan, Direktur Jenderal Keamanan Internal.
Euro-Med menegaskan bahwa mereka yang bekerja di sektor pendidikan dan administrasi sipil tetap berstatus sebagai warga sipil dan tidak boleh dijadikan target serangan, kecuali jika mereka terlibat aktif dalam pertempuran, yang tidak terjadi dalam kasus para korban tersebut.
Serangan sistematis terhadap pendidikan di Gaza tidak hanya merenggut nyawa para pendidik, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi mendatang, menjadikannya kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus segera dihentikan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








