Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa 13 warga Palestina telah tewas dan 26 lainnya terluka pada hari Jumat (03/11) akibat pengeboman Israel yang menargetkan ambulans di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian mengatakan: “13 warga Palestina tewas dan 26 lainnya terluka akibat pembantaian yang dilakukan oleh Tentara Pasukan Israel terhadap ambulans di gerbang Kompleks Rumah Sakit Al-Shifa.” Kementerian mengatakan bahwa ambulans tersebut membawa sejumlah orang yang terluka untuk dirawat di Mesir.
“Kami telah memberitahu Komite Internasional Palang Merah, Republik Arab Mesir, dan seluruh dunia melalui saluran komunikasi mengenai pergerakan ambulans yang membawa korban luka ke Mesir. Namun, Pasukan Israel melakukan kejahatan tersebut dengan sangat berani,” Kementerian menambahkan.
Kementerian meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut. “Ada banyak korban terluka dalam serangan Israel yang menargetkan konvoi ambulans yang sedang menuju ke selatan untuk mencapai perlintasan darat Rafah,” Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf Al-Qudra, mengatakan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Al-Shifa hari Jumat (03/11).
Terletak di bagian barat tengah Kota Gaza, Kompleks Medis Al-Shifa dianggap sebagai institusi kesehatan medis terbesar di Jalur Gaza. Sedikitnya 9.240 warga Palestina dan terbunuh dalam agresi Israel sejak 7 Oktober lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








