Pasukan Israel membombardir Rumah Sakit Sheikh Hamad untuk Rehabilitasi dan Anggota Gerak Buatan di Gaza utara — satu-satunya fasilitas prostetik di wilayah tersebut. Serangan ini membuat ribuan penyandang disabilitas Palestina kehilangan akses terhadap perawatan penting.
Mohammed al-Deiri, yang kehilangan kakinya pada 2021, hanya tinggal beberapa hari lagi menerima kaki palsu barunya. Kini ia kembali mengungsi. “Rasanya seperti mengulang luka lama,” katanya.
Yazan Abu Rumaila (11 tahun), yang kehilangan kakinya dalam serangan Maret lalu, juga masih menunggu. “Kalau giliran saya tiba, saya mau minta kaki biru seperti sepatu Batman,” bisiknya.
Rumah sakit ini sebelumnya melayani lebih dari 6.500 pasien dengan layanan prostetik, penyangga tulang belakang, alat bantu dengar, dan rehabilitasi. Serangan Israel terhadap RS ini telah memperburuk dampak fisik perang dan mengancam ribuan orang dengan disabilitas permanen.
Qatar, sebagai pendana rumah sakit, mengecam serangan ini sebagai bagian dari “perang genosida.”
Para pakar menegaskan bahwa penargetan fasilitas medis seperti ini menambah “lapisan kekejaman” dalam krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah.
Sumber:
https://www.newarab.com/news/israeli-forces-bomb-prosthetic-limbs-hospital-north-gaza








