Pasukan pendudukan Israel telah menahan 815 anak Palestina sejak awal 2022, kata aktivis dan spesialis dalam urusan tawanan, Abdul Naser Farwaneh, Selasa (13/12). Menurut Farwaneh, sebagian besar anak yang ditahan telah diinterogasi dan menghabiskan waktu singkat di dalam penjara Israel sebelum akhirnya dibebaskan.
Dia menyatakan bahwa masih ada 150 tawanan anak di dalam penjara Israel. Ia mencatat banyak dari mereka dibebaskan dengan syarat menjadi tawanan rumah atau setelah membayar denda yang tinggi. Farwaneh mengatakan bahwa penargetan anak-anak Palestina oleh pendudukan Israel “telah menjadi sistematis”.
Anak-anak Palestina di dalam penjara Israel menderita penganiayaan dan penyiksaan berat, dia memperingatkan. “Anak-anak Palestina harus membayar mahal penjajahan Israel,” katanya. Ia mencatat bahwa ada laporan mengerikan dari mantan tawanan anak tentang kondisi penahanan mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








