Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) melaporkan bahwa otoritas pendudukan Israel menahan 5300 warga Palestina sejak awal tahun ini, termasuk 111 perempuan, 620 anak di bawah umur, dan 1.610 lainnya secara administratif (17/10). Jumlah penahanan tertinggi tercatat di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang mencapai 2.353 orang, dan tingkat tertinggi tercatat pada bulan April yang mencapai 1.228 kasus.
PPS mengatakan bahwa ketika tentara Israel menyerbu kota-kota dan kamp-kamp pengungsi untuk menahan para aktivis, banyak warga Palestina tewas oleh peluru tentara. Hal tersebut membuat jumlah eksekusi lapangan pada tahun ini menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Jumlah tersebut belum ditambah tindakan Israel yang memaksakan hukuman kolektif di seluruh kota dan kamp pengungsi.
Pada saat yang sama, pasukan pendudukan tahun ini sengaja menyebabkan kerusakan berat dan kerugian materi selama penggerebekan rumah keluarga tawanan yang jumlahnya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Mengenai penahanan administratif, kata PPS, data tahun ini menunjukkan jumlah penahanan tertinggi terjadi pada Agustus, yaitu sebanyak 272 perintah dikeluarkan terhadap aktivis Palestina. Total warga Palestina yang ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan hingga akhir September menjadi sekitar 800 orang.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







