Sebuah organisasi Palestina menuduh Israel membuat lebih dari 9.100 tahanan Palestina kelaparan di penjara mereka, Anadolu Agency melaporkan.
“Otoritas penjara Israel terus membuat lebih dari 9.100 tawanan tersiksa oleh kelaparan, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang sakit,” kata Masyarakat Tawanan Palestina, sebuah LSM lokal, dalam sebuah pernyataan pada Senin (11/3).
“Israel juga membatasi kebebasan mereka untuk menjalankan ritual keagamaan mereka,” katanya. Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang dijajah di tengah serangan mematikan Israel di Jalur Gaza. Menurut data Palestina, lebih dari 420 orang Palestina di Tepi Barat. termasuk Al-Quds (Yerusalem) telah terbunuh, 4.600 orang terluka dan lebih dari 7.530 lainnya ditahan.
“Kelaparan adalah kejahatan paling berbahaya yang dilakukan penjajah Israel sejak 7 Oktober, selain penyiksaan dan pelecehan,” kata lembaga tersebut.
Selain itu, Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, menyebabkan penduduknya, khususnya penduduk Gaza utara, berada di ambang kelaparan yang mematikan.
Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 31.100 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, terbunuh dalam perang Israel di Gaza, dan lebih dari 72.700 lainnya terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.
Serangan gencar Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besar makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








