Otoritas pendudukan Israel pada Minggu (10/4) mengumumkan bahwa tawanan Palestina dari Jenin tidak akan diizinkan dikunjungi oleh keluarganya. Hal tersebut, menurut kelompok hak asasi, adalah bentuk hukuman kolektif. Pusat Informasi Tawanan mengatakan bahwa pendudukan memutuskan untuk mencegah tawanan Palestina dari Jenin untuk bertemu keluarga mereka karena “alasan keamanan”.
Menurut media Israel, keputusan ini merupakan bagian dari pengepungan pendudukan kota Palestina, menunjuk pada pembatasan yang diberlakukan oleh Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada Sabtu malam. Pembatasan tersebut termasuk larangan bagi warga Palestina untuk masuk dan keluar dari Jenin, larangan pedagang Palestina dari Tepi Barat yang diduduki memasuki ‘Israel’, dan pemberlakuan “langkah-langkah keamanan yang ketat” bagi pekerja Palestina yang memasuki ‘Israel’.
Times of Israel melaporkan bahwa Kepala Tentara Israel, Aviv Kohavi, menginstruksikan pasukan pendudukan untuk memperluas dan meningkatkan operasi ofensif di Tepi Barat, terutama di kota-kota utara, termasuk Jenin. Dalam sebuah laporan, Klub Tawanan Palestina menganggap tindakan Israel sebagai bentuk “hukuman kolektif” terhadap warga Palestina di Jenin.
Sumber:
https://www.#/20220411-israel-imposing-collective-punishment-on-jenin/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








