Pasukan Israel sedang membangun koridor timur-barat yang dibentengi tepat di selatan Kota Gaza, yang akan membelah Jalur Gaza menjadi dua bagian dan menghalangi warga Palestina melakukan perjalanan ke utara di Jalan Salah al-Din, jalan raya utama yang menghubungkan Gaza utara dengan selatan.
Israel merobohkan dan menghancurkan banyak rumah dan bangunan untuk membuka jalan bagi zona penyangga sepanjang 1 kilometer di sekitar “Koridor Netzarim,” termasuk Rumah Sakit Turki, kampus Universitas Al-Aqsa, dan seluruh Desa Mughraqa dan Juhr al-Dik di Jalur Gaza bagian timur.
Israel hendak menyelesaikan pembangunan jalan raya sebelum awal Ramadan pada 10 Maret dan menjelang rencana invasi ke Rafah. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa serangan Israel terhadap lingkungan al-Zaytoun semalam di Gaza utara mendorong warga Palestina bergerak ke wilayah barat dekat Rumah Sakit al-Shifa dan lingkungan al-Rimal.
Dalam semalam, pasukan Israel mengebom berbagai wilayah di Jalur Gaza dengan serangan udara dan artileri. Di Gaza utara, pasukan Israel membunuh sedikitnya 15 warga Palestina di lingkungan al-Zaytoun dekat Kota Gaza dan dekat Jalan Salah al-Din.
Di Khan Younis, pasukan Israel melancarkan serangan udara di lingkungan permukiman, membunuh sedikitnya enam warga Palestina dan melukai 15 orang. Di kamp pengungsi Nuseirat, Bureij, dan Maghazi di Gaza tengah, serangan udara Israel menewaskan dan melukai hampir 20 warga Palestina, sementara di Rafah, Israel mengebom pusat kota. Di Deir al-Balah di Gaza tengah, tiga orang tewas, dan beberapa di antara mereka yang terluka dipindahkan ke Rumah Sakit Syuhada al-Aqsa.
“Hingga kini lebih dari 29.195 warga Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa (20/2)”. Setidaknya 103 warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel di Gaza dalam 24 jam terakhir dan 142 lainnya luka-luka. Kementerian tersebut mengatakan bahwa lebih dari 69.170 orang lainnya terluka sejak Israel melancarkan kampanye brutalnya di Jalur Gaza yang terkepung.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








