Sementara mata dunia tertuju pada Gaza, Israel mengambil kesempatan untuk memajukan pembangunan 3.344 unit rumah baru di Tepi Barat yang dijajah, 2.350 unit di permukiman Maale Adumim, 694 unit di Efrat, dan 300 unit di Kedar, menurut Peace Now.
“Itu adalah proyek yang signifikan dan ekspansif dan akan sangat berdampak pada (kemunduran) solusi dua negara, terutama rencana di Efrat dan Kedar,” kata organisasi nirlaba Israel itu dalam sebuah pernyataan .
“Keputusan untuk menjual ribuan unit perumahan yang tidak perlu dan berbahaya di permukiman adalah keputusan yang tergesa-gesa dan tidak bertanggung jawab oleh pemerintah ekstremis yang telah lama kehilangan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Diperkirakan terdapat sekitar 700.000 pemukim Israel tinggal di sekitar 300 permukiman ilegal dan pos-pos terpencil di Tepi Barat yang dijajah dan Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah mengumumkan rencana untuk membangun 3.300 unit permukiman baru di Tepi Barat yang dijajah tersebut. Jika proyek permukiman disetujui, itu akan menjadi keputusan permukiman terbesar sejak perang Israel di Gaza pada tanggal 7 Oktober.
Sumber:
https://mondoweiss.net
https://www.palestinechronicle.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








