Tentara Israel melancarkan kampanye penangkapan besar-besaran pada Selasa (1/09) dan menangkap sejumlah warga Palestina di beberapa kota di Tepi Barat, termasuk Wali Kota Al-Khalil (Hebron), Tayseer Abu Sneineh. Menurut saksi, 13 orang ditangkap di wilayah Nablus, utara Tepi Barat yang diduduki. Satu warga Palestina dirawat di rumah sakit setelah dipukuli oleh pasukan Israel di Desa Kafr Qalil, Nablus. Dua orang lainnya ditangkap di Qalqilya dan satu di Ramallah, menurut sumber lokal.
Pemerintah Kota Al-Khalil menyatakan bahwa Abu Sneineh ditangkap dini hari setelah sejumlah besar pasukan menyerbu rumahnya dan merusak barang-barang miliknya. Dalam pernyataan resmi kantor Pemkot disebutkan bahwa “Serangan brutal ini tidak hanya menarget wali kota, tetapi juga menargetkan warga Al-Khalil (Hebron) dan institusi yang dipilih, serta merupakan serangan terang-terangan terhadap proses demokrasi dan hak rakyat Palestina untuk mengatur urusan kota dengan kebebasan dan martabat.”
Dewan kota menuntut Israel bertanggung jawab penuh atas penangkapan Abu Sneineh dan mendesak organisasi hak asasi manusia internasional menekan Israel agar wali kota segera dibebaskan, serta agar menghentikan pelanggaran yang semakin meningkat terhadap para pemimpin dan warga kota.
Saat ini, Israel menahan sekitar 10.800 warga Palestina, termasuk 450 anak-anak, 50 perempuan, dan 3.629 tahanan administratif, menurut data resmi Palestina. Angka ini belum termasuk ribuan kasus tawanan dari Gaza yang dihilangkan secara paksa. Sejak Oktober 2023, sedikitnya 1.016 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 7.000 terluka akibat pasukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Sumber: MEMO, AA







