Petugas pendudukan Israel telah memaksa warga Palestina untuk telanjang di pos pemeriksaan militer di Kota Hebron Tepi Barat, Kantor Berita Maan melaporkan pada Jumat (16/12). Warga Palestina yang bersangkutan telah mengadu kepada Otoritas Palestina (PA) dan meminta untuk segera menghentikan praktik yang memalukan ini, tetapi belum ada tindakan lebih lanjut.
Bassam Abu Eisha, salah satu penduduk lingkungan Tel Rumeida, mengatakan: “Lelaki, perempuan, dan anak-anak mengalami pelecehan oleh pasukan pendudukan Israel di Pos Pemeriksaan Tel Rumeida.” Ia menambahkan bahwa pelecehan terhadap warga Palestina di pos pemeriksaan tersebut telah meningkat karena petugas pendudukan Israel mulai meminta semua orang yang melewati pos pemeriksaan untuk melepas pakaian mereka.
Abu Eisha mengatakan bahwa pelecehan meningkat di malam hari: “Kami kehabisan kesabaran dan mulai melakukan protes setiap malam di depan pos pemeriksaan, tetapi tidak ada yang berubah. Kami merasa bahwa kami sendirian. Namun, kami akan terus memerangi praktik penindasan ini.” Kantor berita Maan mengatakan bahwa kekerasan tentara dan pemukim Israel telah meningkat di Tel Rumeida dan Jalan al-Shuhada di Hebron sejak pengumuman bahwa ekstremis sayap kanan MK Itamar Ben-Gvir akan menjadi menteri.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








