Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir hari Rabu (1/2) telah memerintahkan penutupan toko roti pitta di dua penjara Israel, yang dijalankan oleh tawanan Palestina. Tindakan yang ia ambil tersebut merupakan bagian dari serangkaian tindakan baru yang ketat terhadap tawanan Palestina. Dua toko roti pitta tersebut beroperasi di penjara Israel Ramon dan Ketziot, dikelola oleh tawanan Palestina untuk memasok roti pitta segar kepada para tawanan.
Ben-Gvir menyatakan bahwa “kebijakan menteri ini adalah untuk menolak keberuntungan dan kebahagiaan bagi teroris yang berada di penjara-penjara Israel dan untuk menolak hak-hak mereka.”
Ben-Gvir semakin meningkatkan penindasan di penjara dan bersumpah untuk membuat sengsara 4.500 tawanan Palestina yang ditawan di penjara Israel karena perlawanan mereka terhadap pendudukan. Langkah-langkah ini termasuk keputusan untuk menutup dua toko roti, memindahkan tawanan setiap waktu, mencegah kunjungan keluarga, menyita barang-barang dan produk kantin, serta penggerebekan rutin di sel.
Selain itu, ketegangan terjadi di semua penjara pada Selasa (31/1) setelah perempuan tawanan di penjara Damon diserang oleh penjaga penjara Israel. Mereka menyerang dengan menyemprotkan gas air mata dan merica, menyiksa tawanan di beberapa penjara, dan terus mengisolasi beberapa dari mereka. Ketegangan di penjara meningkat setelah penggerebekan dilakukan oleh unit represi terhadap beberapa departemen di Penjara Ofer, Naqab, Megiddo, dan Damon, menyerang tawanan, mengisolasi puluhan tawanan, serta menyita perangkat elektronik dan beberapa barang pribadi mereka. Sebagai tanggapan, para tawanan membakar beberapa sel.
Pada Selasa, para tawanan protes dengan mengembalikan sarapan mereka, menolak keluar untuk rutinitas “pemeriksaan keamanan” di tengah berita tentang tindakan keras dan menuntut untuk berbicara dengan tawanan di penjara Damon melalui telepon. Para tawanan juga telah memperingatkan bahwa tindakan represif ini tidak akan dianggap enteng oleh mereka dan pasti akan memperburuk situasi di dalam penjara.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








