Otoritas pendudukan Israel sedang mempertimbangkan apakah akan melarang Francesca Albanese, pelapor khusus untuk situasi hak asasi manusia di Wilayah Pendudukan Palestina 1967, untuk memasuki wilayah Palestina, media Israel mengungkapkan pada Jumat (2/12). Kantor Berita Nasional Israel melaporkan bahwa otoritas Israel sedang mempertimbangkan untuk melarang Albanese karena dianggap membuat pernyataan anti-Israel
Albanese adalah seorang pengacara dan peneliti internasional yang telah bekerja untuk United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dan secara ekstensif menangani masalah Palestina. Situs berita Israel mengklaim bahwa Albanese mengambil bagian dalam konferensi pekan lalu di Jalur Gaza, dan mengatakan kepada para peserta, “Anda berhak melawan penjajahan ini.”
Diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Internasional dengan Palestina, konferensi tersebut bertajuk “16 Tahun Pengepungan di Gaza: Dampak dan Prospek” dan bertujuan untuk menjelaskan dampak dari pengepungan Israel yang dilakukan di daerah kantong pantai tersebut.
Albanese bukanlah perwakilan PBB pertama yang ditolak aksesnya ke Wilayah Palestina oleh otoritas pendudukan Israel. Pendahulunya, Michael Lynk dan Richard Falk, berulang kali dilarang berkunjung karena sikap kritis mereka terhadap kekejaman Israel kepada warga Palestina.
Dalam sebuah laporan pada 18 Oktober, Albanese mengecam keras “praktik apartheid” Israel di Wilayah Palestina, mengatakan bahwa tindakan Israel terhadap warga Palestina sama dengan “penganiayaan”. “(Kita harus) menyadari hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib mereka sendiri. Ini membutuhkan pembongkaran untuk semua pemukim kolonial Israel dan praktik apartheidnya,” tegas Albanese.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








