Tentara Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis (27/11), disertai penghancuran rumah yang terus berlangsung meski gencatan senjata masih berlaku, menurut sumber lokal.
Pesawat tempur Israel mengebom permukiman Al-Tuffah di Kota Gaza, yang berada di dalam “yellow zone” wilayah yang sepenuhnya berada di bawah kontrol militer Israel. Ledakan yang menghantam bangunan-bangunan tempat tinggal terdengar di seluruh kawasan tersebut.
Di Gaza selatan, serangan udara dan operasi penghancuran rumah juga terjadi di Bani Suhaila, sebelah timur Khan Younis. Kawasan ini turut dibombardir dengan tembakan intens dari helikopter dan kendaraan militer Israel. Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Selama berminggu-minggu, yellow zone menjadi lokasi serangan dan ledakan harian yang menargetkan bangunan-bangunan sipil. Warga Palestina dilarang mendekati area tersebut karena tentara Israel akan menembak siapa pun yang melintas tanpa pandang bulu.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 347 warga Palestina terbunuh dan hampir 900 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh hampir 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 170.900 orang, meninggalkan sebagian besar wilayah Gaza dalam kondisi luluh lantak.
Sumber: AA, MEO







