Kantor Media Pemerintah (GMO) di Gaza mengatakan pada Sabtu (31/01) bahwa pasukan pendudukan Israel telah melakukan 1.450 pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata Gaza selama 111 hari terakhir. Tindakan tersebut termasuk pembunuhan, pengeboman, dan serangan langsung terhadap warga sipil, menggarisbawahi pelanggaran sistematis terhadap hukum humaniter internasional.
GMO mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel telah membunuh 11 warga Palestina sejak Sabtu subuh, termasuk tujuh anggota dari satu keluarga, lima anak, seorang perempuan, dan seorang pria lanjut usia. Ini terjadi setelah serangan menghantam tenda yang menampung para pengungsi di Khan Yunis di Gaza selatan.
Menurut GMO, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan 487 insiden penembakan, 71 serangan lapis baja ke daerah permukiman, 679 operasi pengeboman dan penargetan, serta 211 penghancuran rumah dan bangunan. Pelanggaran tersebut mengakibatkan gugurnya 524 warga Palestina, termasuk 260 anak-anak, perempuan, dan lansia.
Warga sipil telah menyumbang 92 persen dari korban terbunuh, sementara 1.360 lainnya terluka. Seluruh korban berasa di dalam permukiman penduduk. Pasukan Israel juga menahan 50 warga Palestina dari daerah sipil selama periode yang sama.
Pelanggaran Gencatan Senjata Masih Terus Berlangsung
Di bidang kemanusiaan, GMO mengatakan hanya 28.927 truk bantuan, komersial, dan bahan bakar yang memasuki Gaza. Jumlah ini sangat jauh dari kesepakatan yaitu 66.600, dengan tingkat kepatuhan hanya 43 persen. Pengiriman bahan bakar hanya mencapai 2,7 persen dari volume yang disepakati. Di samping itu, Israel terus memblokir pasokan medis, peralatan berat, bahan-bahan untuk tempat penampungan, dan bahan bakar pembangkit listrik.
Kantor tersebut mengatakan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut tersebut merupakan upaya untuk menerapkan pemaksaan, kelaparan, dan pemerasan kemanusiaan. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh Israel atas memburuknya bencana kemanusiaan di Gaza setelah genosida yang menghancurkan wilayah tersebut.
GMO menyerukan kepada presiden AS Donald Trump, para mediator, negara-negara penjamin, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan mendesak. Ini sangat mendesak guna memaksa Israel untuk sepenuhnya menerapkan gencatan senjata, melindungi warga sipil, juga memastikan aliran bantuan kemanusiaan, bahan bakar, dan material untuk tempat tinggal ke Gaza secara segera dan aman.
Sumber: Palinfo







