Samah Abu Amsha, ibu dari Inshirah Al-Madani (16) sedang menunggu persetujuan Israel untuk menyelesaikan perawatan tumor putrinya di rumah sakit mana pun di wilayah jajahan Israel atau di Tepi Barat. Al-Madani telah menderita tumor di kepala dan mata sejak 2014. Pencegahan Israel atas perawatan dan perjalanannya dari Persimpangan Erez (Beit Hanoun) menyebabkan penyakit itu menyebar lebih luas di tubuhnya.
Ibu Al-Madani menjelaskan kondisi putrinya terus memburuk hingga menyebabkan ia kehilangan penglihatan akibat penyebaran tumor padat. Memburuknya kondisi tersebut merupakan dampak dari ketiadaan pengobatan di Jalur Gaza, dana sebesar 50 ribu dolar AS untuk memberikan pengobatan, dan penundaan terus-menerus oleh Israel dalam memberikan persetujuan untuk perawatan di luar Jalur Gaza. Sang ibu menuntut intervensi resmi dan sipil untuk menyelamatkan nyawa putrinya yang telah didiagnosis menderita tumor selama 8 tahun.
Al-Madani adalah salah satu dari puluhan anak di bawah umur yang mengalami penundaan dalam menerima perawatan, baik melalui penundaan penerbitan izin atau penolakan keamanan oleh Israel.
Menurut Dokter untuk Hak Asasi Manusia, selama tahun 2020, terdapat 17 persen penolakan izin bagi anak di bawah umur yang hendak meninggalkan Jalur Gaza untuk menerima perawatan medis (347 dari 2070 permintaan). Sementara itu, pada 2021, tingkat penolakan melonjak menjadi 32 persen. Dengan demikian, 812 dari 2.578 pengajuan izin atas nama anak di bawah umur, ditolak.
Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf Al-Qidra, membenarkan bahwa Israel mempraktikkan rasisme terhadap pasien di Jalur Gaza. Praktik tersebut merupakan strategi yang bertujuan untuk merusak sistem kesehatan dengan melarang delegasi medis, menghalangi masuknya alat kesehatan, dan menunda masuknya obat-obatan yang telah habis. Al-Qidra menambahkan, “Kebijakan Israel telah memperburuk situasi kesehatan sekitar 32% pasien di bawah umur yang ditolak perawatannya dan sekitar 36% pasien lanjut usia memerlukan operasi segera.”
Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza itu meminta lembaga internasional dan hak asasi manusia untuk menekan Israel agar mengizinkan pemindahan kasus pasien ini ke rumah sakit khusus dan untuk menghentikan strategi pembunuhan perlahan.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/society/الاحتلال–يعاقب–أطفال–غزة–المرضى–بمنعهم%C2%A0من–السفر–للعلاج
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







