Ratusan pemukim Israel dan ultranasionalis menyerbu Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur pada Minggu (9/4), sementara warga Palestina diblokir untuk mengakses situs tersebut. Dilindungi oleh puluhan petugas polisi bersenjata lengkap, sekelompok besar pemukim Israel melakukan tur ke halaman Al-Aqsa mulai dari pukul 07.30 pagi waktu setempat untuk menandai hari raya Paskah Yahudi.
Sementara itu, pasukan Israel menyerang warga Palestina yang mencoba ke Al-Aqsa untuk melakukan salat subuh dan menolak akses jamaah di bawah usia 40 tahun. Mereka juga membersihkan Kota Tua, tempat Masjid Al-Aqsa berada, sebagai persiapan untuk serbuan massal Israel.
Akibat pembatasan tersebut, hanya 30.000 warga Palestina yang bisa menghadiri salat tarawih pada Sabtu, turun dari jumlah 130.000 jamaah pada malam sebelumnya. Ratusan jemaah mengunci diri di Masjid Qibli pada Sabtu malam untuk menghindari upaya Israel untuk mengeluarkan mereka dari masjid. Itu terjadi setelah pasukan Israel berulang kali menyerang jamaah di dalam Masjid Qibli, pada minggu lalu
Saat ratusan pasukan menyerbu masjid pada Minggu (9/4), ribuan pemukim berkumpul di Tembok Barat di bawahnya untuk menandai upacara dua tahunan “Birkat Kohanim”, yang juga dikenal sebagai Pemberkatan Imam. Polisi Israel terlihat menangkap sebagian besar warga Palestina di dalam Masjid Al-Aqsa pada Sabtu dan Minggu pagi, meskipun mereka tetap bertahan di masjid.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








