Pusat Studi Tawanan Palestina mengungkapkan pada Rabu (10/8) bahwa pengadilan militer Israel telah mengeluarkan 1.056 perintah penahanan administratif sejak awal 2022. Dari jumlah tersebut, kata mereka, 469 adalah perintah baru dan 587 telah diperbarui.
“Penahanan administratif adalah strategi kriminal yang bertujuan untuk menghabiskan kehidupan orang-orang Palestina di penjara tanpa dasar hukum,” kata Riyad al-Ashqar, Direktur lembaga tersebut yang merupakan mantan tawanan. “Itu ditentukan oleh keinginan pejabat Israel dan pengadilan militer, yang menerima perintah berdasarkan data rahasia.”
Menurut Al-Ashqar, inilah alasan para tawanan yang berada di bawah penahanan administratif melakukan mogok makan dalam waktu lama, yaitu untuk menekan otoritas Israel agar membebaskan mereka. Khalil Awawdeh, misalnya, telah melakukan mogok makan selama sekitar lima bulan.
Saat ini, ada 660 warga Palestina yang berada di bawah penahanan administratif di dalam penjara Israel. Mereka termasuk empat anggota parlemen, dua perempuan — salah satunya jurnalis — dan dua anak di bawah umur.
Tawanan yang berada di bawah penahanan administratif tidak menghadapi tuntutan atau pengadilan, dan perintah tersebut dapat diperbarui berulang kali. Para tawanan telah memboikot pengadilan militer Israel sejak awal tahun ini dalam upaya untuk menjelaskan kesulitan mereka. Al-Ashqar meminta masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap penahanan administratif, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum dan konvensi internasional.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







