Semalam hingga dini hari pada hari Jumat (10/11), Israel terus melakukan serangan tanpa henti terhadap rumah sakit dan ambulans di Jalur Gaza, menyebabkan banyak korban jiwa dan meningkatkan kekhawatiran tentang memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.
Kompleks Medis Al-Shifa di Gaza barat menjadi salah satu target utamanya. Rumah Sakit terbesar di Gaza ini menghadapi pengeboman besar-besaran, yang menargetkan tenda-tenda yang didirikan untuk keluarga pengungsi dan jurnalis. Serangan tersebut mengakibatkan pembunuhan tragis terhadap enam warga sipil, sementara beberapa lainnya menderita luka-luka.
Serangan selanjutnya menyebabkan pembunuhan warga sipil lainnya dan cederanya seorang anak di rumah sakit bersalin di Kompleks Medis Al-Shifa. Sementara itu, dua warga sipil tewas dan lainnya terluka dalam serangan udara di Jalan Lama Gaza di Jalur Gaza utara.
Selain itu, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melakukan serangan udara intensif di dekat Rumah Sakit Al-Quds di lingkungan Tal al-Hawa, tempat tim medis, pasien, dan lebih dari 14.000 pengungsi mencari perlindungan.
Pasukan pendudukan Israel juga menargetkan Rumah Sakit Anak Rantisi di Gaza barat, menyebabkan kebakaran di fasilitasnya. Sebelumnya, serangan udara menghantam gerbang Rumah Sakit Anak Al Nasr, bersebelahan dengan Rumah Sakit Rantisi, mengakibatkan dua orang tewas dan lainnya luka-luka.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, yang menampung puluhan ribu orang yang terluka, sakit, dan terlantar, juga menjadi korban serangkaian serangan udara brutal Israel, yang menyebabkan korban bertambah. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah pada fasilitas rumah sakit, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil yang bergegas ke lokasi untuk mencari perlindungan.
Di sekitar Rumah Sakit Al-Awda di Gaza utara, seorang petugas medis menderita luka-luka akibat serangan udara Israel, yang menyebabkan penarikan dua ambulans Bulan Sabit Merah Palestina dari layanannya.
Direktur rumah sakit di Gaza dan Gaza utara telah menekankan bahwa hanya tinggal beberapa jam lagi sebelum rumah sakit terpaksa menghentikan operasinya karena kehabisan bahan bakar dan pasokan medis. Mereka memohon kepada komunitas internasional untuk bertindak cepat guna memastikan masuknya pasokan medis dan bahan bakar sebelum bencana besar terjadi.
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/139151
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








