Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich, pada Ahad (2/03) menyerukan untuk “membuka gerbang neraka” terhadap Jalur Gaza setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menghentikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang diblokade.
Keputusan tersebut diambil beberapa jam setelah berakhirnya fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Smotrich menyatakan bahwa penghentian total bantuan hingga Hamas dihancurkan atau menyerah sepenuhnya, serta semua sandera Israel dikembalikan, adalah “langkah penting ke arah yang benar.” Ia menambahkan, “Sekarang kita harus membuka gerbang itu secepat dan sekeras mungkin terhadap musuh kejam ini, hingga mencapai kemenangan mutlak.”
Pada saat yang sama, pemerintah Israel menyetujui rancangan undang-undang yang memungkinkan mobilisasi tambahan hingga 400.000 tentara cadangan. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran kembalinya pertempuran di Gaza dan tantangan dalam merekrut pasukan cadangan. Berdasarkan keputusan baru tersebut, jumlah tentara cadangan yang dapat dimobilisasi meningkat sebanyak 80.000 dari batas sebelumnya yang hanya 320.000.
Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata selama enam minggu, yang mulai berlaku pada 19 Januari, secara resmi berakhir pada Sabtu (2/3) tengah malam. Namun, Israel menolak untuk melanjutkan ke tahap kedua, yang bertujuan mengakhiri agresi di Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru berupaya memperpanjang fase pertukaran tawanan pertama untuk membebaskan sebanyak mungkin sandera Israel tanpa memberikan imbalan atau memenuhi kewajiban militer dan kemanusiaan yang disepakati.
Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menolak melanjutkan kesepakatan di bawah kondisi tersebut dan menuntut Israel untuk mematuhi perjanjian, termasuk memulai negosiasi tahap kedua yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza serta penghentian perang secara total.
Gencatan senjata telah menghentikan genosida Israel yang dimulai pada 7 Oktober 2023, yang telah membunuh lebih dari 48.380 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan Gaza hingga menjadi puing-puing.
Pada November 2024, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas serangannya terhadap wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








