Tentara Israel menyapu bersih 37 kota di Lebanon selatan dan menghancurkan lebih dari 40.000 unit rumah sejak dimulainya agresi terhadap negara tersebut pada 8 Oktober 2023, menurut laporan Kantor Berita Lebanon.
Kantor berita itu menjelaskan pada Selasa (5/11) bahwa penghancuran desa-desa dan rumah-rumah penduduk terjadi di daerah yang berjarak 3 kilometer dari perbatasan selatan, membentang dari Kota Naqoura hingga pinggiran Khiam.
Tentara Israel secara sistematis menghancurkan kota-kota di Lebanon selatan, yang tampak kosong di tengah tumpukan puing-puing setelah penduduknya mengungsi.
Surat kabar British Financial Times melaporkan bahwa Israel berusaha menciptakan zona penyangga di Lebanon dengan mengintensifkan pengeboman dan penyerangan di wilayah perbatasan untuk mengubah sebagian wilayah selatan menjadi tidak dapat dihuni.
Sejak 23 September lalu, Israel telah memperluas cakupan perang terhadap Lebanon hingga mencakup sebagian besar wilayah, termasuk Ibu Kota Beirut, melalui serangan udara, dan juga memulai invasi darat di selatan.
Agresi Israel terhadap Lebanon telah mengakibatkan 3.002 kematian dan 13.492 luka-luka, termasuk sejumlah besar anak-anak dan perempuan, selain sekitar 1.400.000 orang yang mengungsi.
Sumber: https://www.aljazeera.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








