Otoritas pendudukan Israel mulai menghancurkan 14 rumah Palestina di Al-Quds Timur pada Minggu (29/1), Al-Resalah melaporkan. Penghancuran dimulai atas perintah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, tambah radio Israel, Reshet Bet. Alasannya, rumah-rumah itu dibangun tanpa izin. Namun, otoritas pendudukan jarang menyetujui izin semacam itu untuk warga Palestina.
Ketika sebuah rumah dua lantai di lingkungan Jabal Al-Mukaber dihancurkan, keluarga Rateb dan Husam Matar langsung kehilangan tempat tinggal. Selama pembongkaran, pasukan pendudukan Israel juga menyerang anggota keluarga yang terlantar, melukai salah satu dari mereka dengan peluru logam berlapis karet.
Menurut kanal berita i24, dalam minggu-minggu mendatang, diperkirakan lebih banyak bangunan Palestina akan dihancurkan. Sementara itu, pasukan pendudukan Israel juga telah menyerahkan pemberitahuan pembongkaran kepada pemilik empat rumah warga Palestina di Kota Yatta, di selatan Hebron.
Penghancuran rumah-rumah warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan telah meningkat sejak pemerintah ekstrem kanan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu berkuasa. Menteri seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich secara terbuka memerintahkan pengusiran warga Palestina dan penghancuran rumah mereka. Pengamat telah menunjukkan bahwa pembersihan etnis Palestina tidak berakhir pada tahun 1948; melainkan terus berlangsung hingga saat ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








