Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Rabu (23/10) menyatakan keprihatinan atas penundaan kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak Palestina di Jalur Gaza utara di tengah serangan dan pengepungan Israel, lapor Anadolu Agency.
“Saya sangat prihatin dengan penundaan tahap terbaru kampanye vaksinasi polio di Gaza utara akibat kekerasan yang meningkat dan kurangnya akses,” tulis Guterres di X (Twitter). “Kita harus menghentikan wabah polio sebelum lebih banyak anak-anak menderita lumpuh dan virus polio menyebar lebih jauh.”
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (23/10) mengumumkan penundaan dosis kedua vaksinasi polio di Gaza.
WHO, UNICEF, badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dan mitra-mitra mereka mengatakan bahwa mereka “terpaksa menunda” tahap ketiga kampanye tersebut yang dijadwalkan dimulai hari ini.
Tahap pertama kampanye vaksin polio yang berakhir pada 12 September telah menyasar lebih dari setengah juta anak-anak Palestina.
Tentara Israel meningkatkan serangan besar-besaran di Gaza utara, di tengah pengepungan yang mencekik dan membuat puluhan ribu orang kekurangan makanan dan air.
Serangan yang dimulai pada 5 Oktober adalah episode terbaru dari serangan brutal Israel yang telah membunuh hampir 42.800 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 100.400 orang sejak 7 Oktober tahun lalu.
Serangan tersebut telah menyebabkan hampir seluruh populasi Gaza terlantar. Serangan tersebut diperparah dengan blokade ketat yang terus berlangsung, menyebabkan kekurangan parah atas makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








