Otoritas pendudukan Israel telah menghancurkan beberapa rumah Palestina di Yerusalem pada Selasa (6/6), menggusur tiga keluarga besar yang tinggal di sana. Saksi mata mengatakan bahwa polisi Israel turut mendampingi tim dari Kotamadya Al-Quds (Yerusalem) yang menghancurkan rumah milik keluarga Totah di Wadi Al-Jozz yang dibangun 24 tahun lalu. Penghancuran tersebut adalah kali keempat bagi keluarga Totah. Selain itu, tiga rumah lainnya juga dibongkar pada Maret lalu karena tidak memiliki izin bangunan. Bahkan, kandang hewan yang terletak di dekat rumah juga tidak luput dari pembongkaran.
Pada saat yang bersamaan, otoritas pendudukan Israel juga memaksa keluarga Burkan, Nassar, dan Al-Tawil untuk menghancurkan rumah mereka sendiri, yang terdiri dari lima apartemen di Wadi Qaddoum Silwan. Keluarga tersebut diancam dengan pilihan harus menghancurkan rumah mereka sendiri atau membayar denda besar jika pemerintah kota yang menghancurkannya. Setidaknya 30 orang kehilangan tempat tinggal akibat penghancuran rumah tersebut, termasuk anak-anak.
Awal pekan ini, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menghancurkan, memaksa penduduk setempat untuk menghancurkan, dan menyita 290 bangunan milik Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds pada kuartal pertama tahun 2023.
“Akibatnya, 413 orang, termasuk 194 anak-anak, terpaksa mengungsi. Mata pencaharian atau akses ke layanan lebih dari 11.000 lainnya terpengaruh,” jelas OCHA
OCHA menambahkan bahwa, “Jumlah struktur yang ditargetkan pada kuartal pertama tahun 2023 telah meningkat sebesar 46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022, yang telah mencatat jumlah penghancuran tertinggi di Tepi Barat dan Yerusalem sejak 2016.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







