• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Gunakan Perang Finansial untuk Tekan Otoritas Palestina

by Adara Relief International
September 24, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Gunakan Perang Finansial untuk Tekan Otoritas Palestina

Para pegawai Otoritas Palestina menunggu untuk menarik uang tunai dari ATM di luar cabang Bank of Palestine di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 2 April 2020. (Foto: Ashraf Amra/APA Images)

21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di tengah gelombang pengakuan internasional terhadap Negara Palestina, Israel semakin gencar melemahkan Otoritas Palestina (PA) melalui strategi perang finansial. Sejak 7 Oktober 2023, Israel menahan hampir NIS 7 miliar (sekitar USD 2 miliar) dana bea cukai milik Palestina, melancarkan invasi berulang ke kota-kota Tepi Barat, dan baru-baru ini mengesahkan rencana permukiman besar yang berpotensi membelah wilayah Tepi Barat.

Baca Juga

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Instrumen utama tekanan ini adalah surat jaminan perbankan yang setiap tahun ditandatangani Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. Surat ini melindungi bank-bank Israel dari jerat hukum “anti-terorisme” ketika bertransaksi dengan bank-bank Palestina. Smotrich berulang kali mengancam mencabut surat tersebut, sebuah langkah yang bisa melumpuhkan sistem perbankan Palestina dan bahkan mengguncang kelangsungan PA. Saat ini, ia hanya memperpanjangnya setiap empat bulan untuk menambah tekanan politik.

Karena Perjanjian Oslo melarang Palestina memiliki mata uang sendiri, hampir semua transaksi ekonomi harus melalui bank Israel. Jika hubungan perbankan ini diputus, pedagang Palestina tak akan mampu membayar pemasok Israel, termasuk untuk kebutuhan vital seperti bahan bakar. Akibatnya, sejak pertengahan 2024 terjadi penumpukan uang tunai di bank-bank Palestina yang tak bisa dikonversi menjadi saldo elektronik, dengan jumlah mencapai NIS 14 miliar (hampir USD 5 miliar).

Untuk mengendalikan situasi, bank-bank Palestina membatasi jumlah setoran tunai, antara NIS 10.000–20.000 per orang. Pembatasan ini memukul banyak warga yang menerima pendapatan dalam bentuk tunai, membuat cek tertolak, serta mempersulit pembayaran elektronik ke pemasok Israel. Dampaknya nyata: kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan maraknya pasar gelap.

Pelaku usaha di Ramallah mengaku harus menukar uang tunai ke dolar dengan kurs merugikan agar bisa menyetor ke bank, atau membayar lebih mahal saat bertransaksi elektronik. Sementara itu, mayoritas warga Tepi Barat masih bergantung pada transaksi tunai—hanya sekitar separuh yang memiliki rekening bank, sehingga transisi cepat ke pembayaran elektronik dianggap mustahil.

Ekonomi Palestina telah menyusut 30% pada 2024, dan diperkirakan memburuk lagi pada 2025. Meski Smotrich sempat memperpanjang surat jaminan pada akhir Juni, ketidakpastian tetap membayangi. Dengan masa berlaku surat yang kembali habis pada akhir September, PA menghadapi risiko keruntuhan ekonomi sekaligus politik sementara Israel terus memperkuat realitas satu negara dengan sistem apartheid.

Sumber:

Mondoweiss

ShareTweetSendShare
Previous Post

Global Sumud Flotilla Hadapi Serangan Drone dan Tolak Tuntutan Israel

Next Post

Ratusan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa pada Tahun Baru Yahudi

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
16

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
13
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
16
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
12
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
13
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
28
Next Post
Ratusan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa pada Tahun Baru Yahudi

Ratusan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa pada Tahun Baru Yahudi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630