Beita adalah rumah bagi 15.000 penduduk dan setiap rumah tangga telah mengalami kemalangan selama setahun terakhir. Jika Anda memasuki rumah mana pun dan bertanya apa yang telah mereka alami, kemungkinan besar mereka telah kehilangan seseorang, mengalami cedera, atau memiliki anggota keluarga yang cacat atau mendekam di penjara,” jelas Said Mohammad Ahmad Hamayil, yang kehilangan putranya, Mohammad, pada Juni tahun lalu, dua bulan sebelum ulang tahun putranya yang ke- 17.
“Kami sedang membangun rumah baru karena kami tidak tahan mengingat kenangan dengan anak kami di rumah sebelumnya. Ke mana pun saya melihat, saya melihat anak saya. Ini terlalu menyakitkan. Mohammad biasa mengatakan kepada saya, ‘Saya ingin membangun rumah dan tinggal di sini suatu hari nanti’. Kami ingin mewujudkan keinginannya. Rumah baru kami akan lebih dekat ke kuburannya, dan ini akan membuat ibu Mohammad merasa lebih dekat dengan putranya.”
“Saya adalah seorang karyawan di Kementerian Tenaga Kerja Palestina. Saya pensiun dini karena tidak bisa melanjutkan pekerjaan akibat apa yang terjadi dengan saya sekarang. Pada 2021, putra saya terbunuh. Begitu banyak anak yang terbunuh. Putra saya Mohammad lahir pada 4 Agustus 2004. Dia meninggal dua bulan sebelum berusia 17 tahun. Dia merupakan salah satu anak terpandai di sekolahnya. Dia ramah, mencintai orang-orang dan memiliki kepribadian karismatik. Dia selalu berkumpul dengan siswa dan guru di sekitarnya. Dia bermimpi untuk kuliah dan mengambil jurusan hukum. Hilang semua harapan dan impiannya, padahal ia anak yang sangat bersemangat. Dia juga sangat suka menulis.”
“Saya tidak bisa melakukan apa pun untuk melindungi anak-anak saya, saya bahkan tidak bisa melindungi diri saya sendiri. Bagaimana saya akan melindungi mereka? Kematian putra saya menghancurkan saya, saudara-saudaranya, dan ibunya. Saya mencoba untuk tetap bertahan saat saya membicarakannya, tetapi saya tidak bisa. Saya tidak ingin kejahatan itu terjadi lagi; kami memiliki cukup bukti. Kami ingin aksi kekerasan ini berhenti. Kami adalah ayah; kami merasakan dan merawat putra-putra kami.”
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130272
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







