Pasukan pendudukan Israel telah membunuh 29 anak Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) sejak awal 2022, Defense for Children International-Palestine (DCI-Palestine) melaporkan pada Rabu (26/10). Menurut kelompok hak asasi tersebut, sepuluh anak yang dibunuh oleh Israel berasal dari Jenin. “Semua anak tewas setelah ditembak dengan peluru tajam di tubuh bagian atas,” jelas DCI-Palestine. “Ini adalah bukti pembunuhan yang disengaja.”
Berdasarkan data lapangan, organisasi tersebut menunjukkan bahwa pasukan pendudukan Israel secara sistematis menargetkan bagian atas tubuh untuk membunuh atau membuat anak-anak mengalami cacat permanen. “Menggunakan kekuatan mematikan adalah aturan yang diadopsi oleh pasukan pendudukan Israel,” tambahnya, terutama selama Operasi Break The Wave yang diluncurkan pada 31 Maret di Tepi Barat, terutama di Jenin.
DCI-Palestine menyerukan penyelidikan “serius dan transparan” atas pembunuhan anak-anak itu, dan agar pemerintah pendudukan Israel dimintai pertanggungjawaban. “Kurangnya akuntabilitas dan investigasi, serta adanya impunitas, mendorong Israel untuk melakukan kejahatannya terhadap anak-anak Palestina,” catat DCI-Palestine, “termasuk pembunuhan, penculikan, dan penahanan.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








