Sepuluh warga Palestina tewas pada Selasa (22/2), dua di antaranya lansia dan seorang anak. Sementara itu, lebih dari 100 orang terluka oleh peluru tajam, dengan enam di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Seluruh warga yang tewas dan terluka adalah korban serbuan tentara Israel ke Kota Nablus di Tepi Barat utara.
Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi 10 orang yang meninggal, yaitu:
- Adnan Saabe Baara, 72,
- Abdul Hadi Abdul Aziz Ashqar, 61,
- Mohammad Farid Shaaban, 16,
- Tamer Nimr Minawi, 33,
- Mohammad Khaled Anbousi, 25,
- Musab Munir Awais, 26,
- Hussam Bassam Isleem, 24
- Mohammad Abdul Fattah Abdul Ghani, 23,
- Walid Riyad Dkhail, 23,
- Jaser Jamil Qanier, 23,
Sepuluh orang tersebut tewas oleh tembakan tentara Israel, sementara 102 lainnya terluka akibat luka tembak dan dirawat di rumah sakit Nablus, enam di antaranya berada dalam kondisi sangat kritis. Dua wartawan juga dilaporkan terluka ringan oleh peluru tajam saat meliput serbuan tentara.
Sumber di Nablus mengatakan bahwa sejumlah besar pasukan menyerbu Kota Tua Nablus pada jam kerja yang sibuk dan saat siswa sedang berada di sekolah mereka. Pasukan mengepung sebuah rumah sambil menembak ke segala arah. Warga kemudian turun menghadapi tentara, yang selain menembakkan peluru tajam, juga menembakkan gas air mata dan bom suara ke rumah dan toko yang menyebabkan banyak masyarakat menderita lemas di kota padat penduduk itu.
Bulan Sabit Merah di Nablus mengatakan tentara Israel mencegah ambulans mencapai dan mengevakuasi korban yang terluka di Kota Tua. Dengan terbunuhnya 10 orang tersebut, total 59 warga Palestina telah tewas oleh tembakan tentara Israel sejak awal tahun, termasuk 11 anak di bawah umur, satu perempuan, dan dua pria lanjut usia.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








