Pesawat-pesawat tempur Israel pada Sabtu pagi (14/10) melancarkan serangan udara intensif di Gaza utara, memakan banyak korban. Serangan tersebut menargetkan beberapa rumah dan fasilitas di kamp pengungsi Jabalia dan lingkungan Al-Mashrooh di Beit Lahia, menurut seorang reporter Anadolu. Puluhan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Akan tetapi, Kementerian Kesehatan Palestina belum mengonfirmasi jumlah korban jiwa.
Tentara Israel juga masih melanjutkan penembakan artileri dari kapal perang dan tank di sepanjang Jalur Gaza bagian timur dan barat, menurut koresponden Anadolu. Ia juga melaporkan bahwa sebuah roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju kota Ashkelon, Israel selatan, wilayah yang berdekatan dengan jalur tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat, militer Israel memperingatkan 1,1 juta penduduk di Gaza utara untuk mengungsi ke Gaza selatan dalam waktu 24 jam. PBB memperingatkan bahwa mustahil bagi warga Palestina untuk mematuhi perintah meninggalkan wilayah utara tanpa “konsekuensi kemanusiaan yang buruk.”
Sepekan yang lalu, pasukan Israel melancarkan kampanye militer yang berkelanjutan terhadap Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan militer oleh Gerakan Perlawanan Palestina di wilayah Israel. Serangan ini dimulai pada Sabtu lalu ketika mereka memulai Operasi Al-Aqsa Flood – sebuah serangan mendadak yang mencakup serangkaian peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara.
Menurut gerakan perlawanan ini, operasi tersebut merupakan tanggapan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi sebagai upaya balasan. Respon tersebut telah meluas hingga Israel memotong pasokan air dan listrik ke Gaza, yang semakin memperburuk kondisi kehidupan sejak Gaza diblokade tahun 2007. Hingga saat ini, lebih dari 3.300 orang telah terbunuh sejak pecahnya agresi, termasuk lebih dari 2.000 warga Palestina dan 1.400 warga Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








