Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah mencegah masuknya lebih dari seperempat juta truk bantuan dan barang ke Jalur Gaza sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober tahun lalu.
Kantor tersebut mencatat bahwa IOF telah memperkuat strategi melaparkan penduduk Gaza, terutama di Jalur Gaza utara, dan khususnya di Jabalia.
Dalam pernyataan pada Selasa (22/10), mereka menekankan bahwa pembatasan masuknya truk bantuan merupakan bagian dari perang kelaparan dalam melawan warga sipil dan anak-anak, terutama dengan mencegah masuknya makanan, susu bayi, dan suplemen nutrisi, yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mereka mengecam sikap diam komunitas internasional terhadap kejahatan ini dan memperingatkan bahwa hal ini akan menimbulkan krisis kemanusiaan yang mendalam bagi ribuan warga Palestina.
Kantor tersebut menuding Israel, pemerintahan AS, Inggris, Jerman, Prancis, dan negara-negara yang terlibat dalam genosida tersebut, sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan kelaparan yang terus berlangsung terhadap warga sipil dan anak-anak di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








