Jurnalis Palestina, Bisan Owda, mengonfirmasi pemblokiran akun TikTok miliknya secara permanen. pemblokiran terjadi beberapa hari setelah Amerika Serikat mengakuisisi platform media sosial tersebut.
Owda merupakan seorang perempuan jurnalis pemenang penghargaan Emmy dan kontributor untuk AJ+ Al Jazeera dari Gaza. Ia mendapatkan pengakuan internasional karena mengunggah video harian tentang genosida Gaza. Ia biasa menyapa penontonnya dalam catatan video yang ia unggah secara teratur dengan mengatakan “Ini Bisan dari Gaza – dan saya masih hidup”. Owda juga mendapat penghargaan jurnalistik tertinggi, termasuk penghargaan Emmy, Peabody, dan Edward R Murrow.
Pada Rabu (28/01), ia membagikan sebuah video di akun Instagram dan X. Melalui video itu, Owda memberi tahu kepada para pengikutnya tentang pemblokiran akun TikTok-nya. “TikTok menghapus akun saya. Saya memiliki 1,4 juta pengikut di sana, dan saya telah membangun platform itu selama empat tahun.” Owda mengatakan hal tersebut dalam video yang ia rekam dari Gaza. “Saya mengira bahwa itu (TikTok) membatasi postingan saya seperti biasa, bukan larangan selamanya.”
Dalam video yang ia unggah pada Rabu, Owda menunjuk pada pernyataan terbaru dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Adam Presser, CEO baru dari cabang TikTok di AS. Konten yang ia buat kemungkinan menjadi penjelasan atas larangan yang ia terima.
Bisan Owda kemudian mendapatkan kembali akses ke akun TikTok-nya sehari setelah pemblokiran terjadi. Ia mengatakan kepada Al Jazeera pada Kamis (29/01) bahwa menurutnya perhatian media internasional dan tekanan dari organisasi nonpemerintah telah membantunya mendapatkan kembali akun TikTok-nya.
Sumber: Al Jazeera








