Otoritas Palestina telah memperingatkan pada hari Jumat (14/7) tentang rencana Israel untuk mengambil alih situs arkeologi Palestina. Mereka menyeru Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memikul tanggung jawabnya dalam hal ini. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengutuk serangan Israel pada Kamis malam di desa arkeologi Sebastia.
Kementerian menuduh militer Israel dan milisi pemukim berencana untuk menguasai situs arkeologi era Romawi tersebut. “Ini adalah serangan yang termasuk dalam rencana untuk mengambil alih situs arkeologi Palestina di seluruh Tepi Barat dan untuk memaksakan kontrol Israel atasnya dengan cara merebutnya,” Kementerian Luar Negeri mengatakan, mengutip pernyataan yang dilaporkan oleh media Ibrani.
Menurut pernyataan ini, Kementerian Luar Negeri mengatakan: “Pernyataan yang dilaporkan oleh media Ibrani menegaskan bahwa pemerintah Israel akan mengalokasikan ratusan juta shekel untuk tujuan mengambil alih situs arkeologi Palestina.” Kementerian Luar Negeri menunjukkan bahwa implementasi rencana ini merupakan bagian dari aneksasi bertahap Israel atas Tepi Barat. Mereka meminta komunitas internasional, khususnya UNESCO, untuk memikul tanggung jawab mereka untuk melindungi situs arkeologi dan warisan Palestina dari rebutan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








