Sejak pembunuhan jurnalis Al-Jazeera Shireen Abu Akleh pada Rabu pagi (11/5), para pejabat Israel telah mencoba untuk mengalihkan kesalahan ke Palestina. Menurut Arab48, jurnalis Israel Barak Ravid mengatakan bahwa pejabat media Israel bertemu setengah jam setelah penargetan Abu Akleh dan memutuskan untuk mencoba mengubah berita utama internasional.
Di Twitter, Ravid menulis bahwa Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan dalam sebuah pernyataan,”Menurut informasi yang dikumpulkan Israel ‘tampaknya orang-orang Palestina bersenjata—yang menembak tanpa pandang bulu pada saat itu—bertanggung jawab atas kematian malang jurnalis itu. ”
Ravid mengatakan bahwa Bennett mendasarkan klaimnya pada video yang dia bagikan di media sosial. Namun, kata Ravid, Shireen sama sekali tidak muncul dalam video tersebut, sementara video yang memperlihatkan Shireen tergeletak di tanah jelas diambil di tempat yang berbeda. Ini melemahkan klaim Israel, ketika Israel menyadari bahwa Shireen adalah warga negara Amerika, keseriusan dalam menangani pembunuhan itu meningkat, katanya.
“Satu setengah bulan sebelum potensi kunjungan Joe Biden ke Israel, insiden ini dapat menyebabkan keretakan besar dengan pemerintah Amerika,” kata Ravid.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








