Narasumber Palestina mengatakan bahwa Israel telah mulai menempatkan blok semen di sebelah barat Kota Qaffin, utara Tulkarm, Tepi Barat utara, yang memisahkan warga Palestina dari ribuan hektar tanah pertanian mereka. Tembok beton membentang dari Desa Salem ke Kota Tulkarm. Dengan tinggi sembilan meter dan panjang 45 kilometer, selain membentengi dengan perangkat elektronik.
Seorang petani, Muhammad Saeed, mengatakan kepada Sputnik, “Petani dari Kota Qaffin akan ditolak aksesnya ke tanah pertanian mereka seluas 5.000 dunam (1.236 hektar), juga puluhan ribu dunam tanah milik desa-desa Palestina lainnya.” “Dulu, kami biasa masuk selama 3 hari, meski mereka sering mencegah kami dengan dalih keamanan, tetapi dengan dibangunnya tembok ini, kami akan dicegah untuk masuk sepenuhnya, karena mereka memiliki niat untuk mengganggu kami dan merampas tanah pertanian kami.”
Sementara itu, Tayseer Amarneh, Walikota Akaba di Distrik Tulkarm, mengatakan: “Ini adalah tanah Palestina, dan dengan pembangunan tembok tersebut, kami tidak akan dapat mengaksesnya dengan dalih keamanan. Tanah kami akan dirampok dengan dalih ini.” “Mereka mendirikan pagar dan mengatakan itu adalah pagar keamanan, dan hari ini mereka sedang membangun tembok beton untuk alasan yang sama. Orang-orang Palestina akan kehilangan tanah mereka yang sedang digarap.”
November lalu, mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyetujui pembangunan tembok beton ilegal di Tepi Barat utara, sepanjang 100 kilometer. Israel pada 2002 mulai membangun tembok di Tepi Barat yang diduduki. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan panjangnya mencapai 712 kilometer dan 85 persennya terletak di dalam wilayah Tepi Barat yang diduduki. Dua tahun kemudian (2004), Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa tembok Israel di Tepi Barat yang diduduki dan di Al-Quds Timur adalah ilegal.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








