Menurut laporan Haaretz, para pejabat Israel sedang menjajaki cara-cara agar Israel dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari rekonstruksi Gaza. Pada Rabu (04/02), para pejabat senior kementerian keuangan membahas berbagai peluang dengan para perwira senior militer Israel, termasuk pembangunan jalan raya di Israel yang terhubung ke Gaza.
Mereka menyebutkan bahwa negara-negara yang ingin mengakses Gaza melalui Israel harus membayar biaya pembangunan jalan raya Israel. Hal itu termasuk pembangunan jalan raya di sepanjang Rute 232 bagian selatan, yang akan memberikan akses yang lebih baik bagi warga Palestina yang bepergian antara Gaza dan Tepi Barat.
Para pejabat Israel juga membahas peluang ekonomi seputar pasokan listrik ke Gaza. Negara-negara donor yang terlibat dalam rekonstruksi Gaza saat ini sedang membahas dua opsi: membangun pembangkit listrik di Mesir, atau membangun pembangkit listrik di dalam Gaza sendiri. Menurut Haaretz, karena opsi terakhir dianggap dapat memberi Hamas sumber energi independen, Israel sedang menjajaki opsi ketiga: memasok listrik ke Gaza dari wilayah Israel.
Sebagai imbalannya, laporan tersebut menyatakan, Israel berharap negara-negara donor akan mendukung Israel dalam memperluas pembangkit listriknya di Ashkelon, dekat perbatasan Gaza. Hal tersebut secara jelas akan meningkatkan pasokan listrik bagi seluruh warga Israel.
Setidaknya enam kelompok kerja telah Israel bentuk untuk rekonstruksi Gaza di pusat koordinasi sipil-militer internasional di Kiryat Gat, Israel selatan. Markas besar bagi perwakilan dari setidaknya 28 negara berada di pusatnya, mencakup tim stabilisasi, keamanan, intelijen, bantuan kemanusiaan, dan teknik. Terdapat perwakilan Israel di dalam setiap tim tersebut.
Israel Meraup Keuntungan Ekonomi dari Genosida
PBB menyatakan bahwa rekonstruksi Jalur Gaza akan menelan biaya 70 miliar dolar AS selama beberapa dekade mendatang. Mereka telah memperingatkan akan terjadinya keruntuhan ekonomi yang akan segera terjadi di wilayah Palestina.
Sebuah laporan yang dirilis oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyatakan bahwa pengeboman Israel telah menciptakan “jurang buatan manusia” di Gaza. Perekonomian Gaza menyusut sebesar 87 persen selama periode 2023–2024. Penghancuran sistematis dan pengepungan ekonomi oleh Israel juga telah menyebabkan PDB per kapita negara itu hanya mencapai $161. Angka tersebut membuat PDB per kapita Gaza masuk dalam kategori yang terendah di dunia.
Bulan lalu, Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump dan utusan khusus, meluncurkan rencana kontroversial untuk mengubah Gaza menjadi surga pasar bebas. Ia menguraikan rencana “pembangunan kembali” Gaza, lengkap dengan gedung pencakar langit di tepi pantai dan kawasan bisnis.
Rencana tersebut menurut para analis merupakan upaya sengaja Israel untuk menghapus warisan dan budaya Palestina di Gaza. Ini merupakan contoh tindakan dari perusahaan dan individu yang berupaya mengambil keuntungan dari genosida. Kushner mengatakan bahwa konferensi tentang investasi di Gaza akan berlangsung di Washington dalam beberapa pekan mendatang.
Menurut pejabat militer Israel, dari kutipan Haaretz, Israel telah menyetujui pembangunan lingkungan perumahan baru di Rafah, Gaza selatan, dengan dana dari Uni Emirat Arab . Lingkungan perumahan tersebut rencananya akan menampung sekitar 25.000 orang.
Sumber: Middle East Eye








