Sejarawan Israel Shay Hazkani mengatakan bahwa penolakan Lembaga Arsip “Negara” Israel untuk merilis materi tertulis yang dijarah dari Palestina dengan dalih akan “merusak keamanan nasional” sebenarnya hanya dalih untuk “menutupi ketakutan”. Dia percaya bahwa puluhan ribu dokumen yang dijarah oleh Israel selama pembersihan etnis penduduk Palestina pada 1947/48, jika dikelurkan, akan sepenuhnya merusak narasi Zionis tentang pendirian negara pendudukan.
Melalui surat kabar Haaretz, profesor asosiasi Studi Yahudi itu juga menggambarkan rintangan mustahil yang harus dia lalui untuk mendapatkan akses ke puluhan ribu halaman dokumen Arab yang dijarah oleh Israel dan belum terklasifikasi. Salah satu dari banyak klaim palsu yang disebarkan oleh para pendiri Israel adalah bahwa orang Palestina ingin “membuang orang Yahudi ke laut”. Hazkani tidak menemukan seruan untuk membunuh orang Yahudi hanya karena mereka adalah orang Yahudi, baik dalam propaganda Arab maupun dalam materi pendidikan yang ditujukan untuk warga Palestina dan pejuang Arab pada tahun 1948.
“Dari dokumen yang saya kumpulkan untuk buku terbaru saya, klaim tentang rencana Arab untuk ‘membuang orang Yahudi ke laut’ sebenarnya berakar pada propaganda resmi Zionis,” jelasnya. “Propaganda ini dimulai selama [Nakba], untuk mendorong para pejuang Yahudi agar meninggalkan sesedikit mungkin orang Palestina di daerah yang akan menjadi bagian dari Israel.” Perbandingan propaganda Arab dan Yahudi yang dikeluarkan pada tahun 1948 mengungkapkan bahwa propaganda tentara Israel dan pendahulunya, Haganah, jauh lebih kejam.
Hazkani baru diperbolehkan melihat dokumen setelah lima tahun upaya perizinan untuk memeriksa beberapa data yang dijarah dari institusi Palestina selama pertempuran yang terjadi setelah pembentukan Israel dan keberadaan (dokumen) telah disembunyikan. Namun demikian, perincian lengkap informasi yang akan mengungkap apa niat Palestina, termasuk mengenai Mufti Yerusalem Amin Al-Husseini yang banyak difitnah, tetap dirahasiakan hingga tahun 2040. Sementara itu, meskipun korespondensi Al-Husseini dengan pejabat senior Nazi telah tersedia, kebijakan dan motif pemimpin gerakan nasional Palestina selama Perang Dunia Kedua akan tetap dirahasiakan selama dua dekade lagi.
Dia mengatakan bahwa alasan mengapa Israel tetap menjadikan dokumen tersebut berstatus “rahasia” dan mengapa pejabat Israel yang bertanggung jawab untuk mendeklasifikasi dokumen ingin menguncinya adalah karena dokumen-dokumen bersejarah tersebut dapat merusak narasi resmi Zionis dan menimbulkan keraguan di antara orang-orang yang ingin memeriksa sejarah dengan kritis.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








