• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Ini Bukan Lagi Agresi, Ini Genosida”: Kesaksian Istri Dokter Anak yang Ditangkap di Gaza

by Adara Relief International
Juli 10, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
“Ini Bukan Lagi Agresi, Ini Genosida”: Kesaksian Istri Dokter Anak yang Ditangkap di Gaza
23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam sebuah kesaksian yang menggambarkan betapa mengerikannya dampak perang Israel di Gaza, Lina Abu Safiya—istri dari dokter anak yang ditahan, Dr. Hussam Abu Safiya—mengungkapkan kisah menyayat hati tentang penangkapan suaminya dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Lina menyebut suaminya sebagai seorang dokter yang penuh dedikasi. Ia menolak meninggalkan pasien-pasiennya, bahkan ketika kesempatan langka untuk keluar dari Gaza sebenarnya terbuka.

“Dia bisa saja ikut bersama saya ke Kazakhstan,” ujar Lina, yang berasal dari negara tersebut. “Tapi dia berkata, ia tidak bisa meninggalkan pasien dan rekan-rekannya. Menurutnya, pergi berarti mengkhianati tugas kemanusiaannya.”

Dr. Hussam Abu Safiya adalah spesialis pediatri dan neonatologi sekaligus Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan. Ia tetap berada di rumah sakit sepanjang agresi, memberikan perawatan medis di tengah gempuran tanpa henti dan keterbatasan ekstrem—baik dari segi obat, alat, maupun pasokan listrik.

Namun pada 27 Desember 2024, pasukan Israel menyerbu rumah sakit dan menangkap Dr. Abu Safiya.

Menurut Lina, sebelumnya, lembaga-lembaga kemanusiaan internasional telah mengatur jalur evakuasi aman bagi para staf medis di rumah sakit tersebut. Namun, janji itu tidak ditepati. Keesokan harinya, sejumlah dokter datang ke rumahnya untuk memberitahu bahwa suaminya telah ditangkap. Sejak itu, tak ada kabar sama sekali mengenai keberadaannya.

“Saya tidak tahu apa pun—di mana dia, apakah dia masih hidup, apakah dia baik-baik saja,” ucap Lina dengan suara lirih. “Setiap hari saya mengikuti berita dan hanya merasakan ketakutan dengan cerita-cerita tentang kondisi para tawanan di penjara-penjara Israel.”

Penangkapan Dr. Abu Safiya terjadi di tengah kampanye militer Israel yang telah menghancurkan sektor kesehatan Gaza. Rumah sakit dibom, dan puluhan tenaga medis ditangkap atau dibunuh.

Lina dan Dr. Hussam adalah orang tua dari enam anak—sekarang tinggal lima. Anak mereka, Elias, gugur dalam serangan udara Israel di dekat rumah sakit.

“Kami menemukannya di antara para korban luka, ia telah syahid. Itu adalah momen paling memilukan dalam hidup saya,” kenangnya.

Kini, di tengah duka dan ketidakpastian, Lina menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak. “Ini bukan lagi agresi,” tegasnya. “Ini genosida—terhadap warga sipil, terhadap dokter, terhadap kami semua.”

Baca Juga

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Ia mendesak organisasi HAM internasional, asosiasi medis, dan lembaga global untuk segera turun tangan demi pembebasan suaminya dan penghentian sistematis penargetan terhadap tenaga medis di Gaza.

Sumber:
https://www.palestinechronicle.com/he-chose-to-stay-wife-of-detained-doctor-abu-safiya-calls-for-international-action/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza di Ambang Kehancuran Total: 50.000 Ibu Hamil dan Menyusui Kelaparan, Bayi Terancam Meninggal

Next Post

Al-Aqsa Terus Diserang, Adara Gencarkan Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
24

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
19
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
20
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Al-Aqsa Terus Diserang, Adara Gencarkan Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa

Al-Aqsa Terus Diserang, Adara Gencarkan Gerakan Satu Rumah Satu Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630