• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Inggris Tolak Perawatan Medis untuk Anak Gaza Berusia 4 Tahun yang Kehilangan Kedua Kakinya

by Adara Relief International
Desember 19, 2024
in Anak, Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Inggris Tolak Perawatan Medis untuk Anak Gaza Berusia 4 Tahun yang Kehilangan Kedua Kakinya

Pasien menerima perawatan medis dengan sumber daya terbatas di Rumah Sakit Kamal Adwan, karena pengepungan Israel yang telah berlangsung selama 40 hari terakhir, di Beit Lahia, Gaza pada tanggal 15 November 2024 [Khalil Ramzi Alkahlut – Anadolu Agency]

16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pemerintah Inggris menolak memberikan izin kepada Ahmed, seorang bocah berusia empat tahun dari Gaza, untuk memasuki Inggris guna mendapatkan perawatan medis. Ahmed kehilangan kedua kakinya dan sebagian besar keluarganya akibat serangan udara Israel, dan kini dirawat di Italia. Kasusnya menyoroti ketimpangan tanggapan internasional terhadap anak-anak Palestina yang terluka.

Beberapa negara seperti Italia dan Norwegia telah memulai program evakuasi dan perawatan medis untuk anak-anak Palestina yang menjadi korban serangan Israel, namun Inggris belum melakukan tindakan serupa. Hal ini menuai kritik dari pembela hak asasi manusia dan politisi.

Koalisi lintas partai dan politisi di Inggris mengirim surat kepada Perdana Menteri Keir Starmer, mendesak tindakan segera. Surat itu menyoroti kondisi buruk di Gaza, termasuk kekurangan pasokan medis, tenaga medis, serta infrastruktur yang hancur, yang membuat banyak anak tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.

Surat tersebut membandingkan evakuasi cepat anak-anak Ukraina oleh Inggris selama perang dengan Rusia, dan mempertanyakan ketiadaan inisiatif serupa untuk Gaza. Kasus Ahmed digunakan untuk menekankan urgensi isu ini, karena ia mendapatkan perawatan dan bantuan prostetik di Italia setelah ditolak Inggris.

Penandatangan surat itu termasuk politisi seperti Jeremy Corbyn dan Apsana Begum, serta anggota House of Lords. Mereka mendesak Inggris untuk memenuhi kewajiban kemanusiaan dengan memulai program evakuasi medis untuk anak-anak Gaza dengan bekerja sama dengan Otoritas Palestina, LSM, dan otoritas Israel.

Surat tersebut juga mencatat kesiapan tenaga medis Inggris untuk menyediakan perawatan khusus bagi anak-anak Palestina yang mengalami cedera berat. Mereka menegaskan bahwa tenaga medis di Inggris memiliki keahlian untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Gaza.

Keputusan Inggris menolak Ahmed menuai kritik luas karena dianggap melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan. Sementara Ahmed melanjutkan perawatannya di Italia, para advokat meminta Inggris menunjukkan solidaritas terhadap warga Gaza yang rentan.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Surat kepada Perdana Menteri Inggris diakhiri dengan permintaan pertemuan untuk membahas skema yang diusulkan dan mencari solusi atas krisis ini. Hingga kini, pemerintah Inggris belum memberikan tanggapan atas permohonan tersebut.

WHO menyuarakan keprihatinan atas lambatnya evakuasi medis untuk pasien kritis di Gaza. Dari 12.000 pasien yang membutuhkan pemindahan segera, hanya 78 yang dievakuasi, termasuk anak-anak. UNICEF melaporkan bahwa 2.500 anak-anak masih menunggu, dan beberapa dari mereka meninggal karena penundaan yang berlarut-larut.

 

Sumber:

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tawanan Palestina di Penjara Israel Melakukan Mogok Makan sebagai Protes

Next Post

Bank Dunia: Israel Menghancurkan 93% Cabang Bank di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
19

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
15
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
23
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Bank Dunia: Israel Menghancurkan 93% Cabang Bank di Gaza

Bank Dunia: Israel Menghancurkan 93% Cabang Bank di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630