• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Inggris, Australia, Kanada dan Portugal Akui Palestina sebagai Negara

by Adara Relief International
September 22, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Inggris, Australia, Kanada dan Portugal Akui Palestina sebagai Negara

Inggris dan Kanada menjadi negara G7 pertama yang mengambil langkah ini, dan Prancis serta negara-negara lain diperkirakan akan mengikuti jejaknya [Getty]

21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Palestina telah menerima pengakuan resmi dari sepuluh negara baru dalam Sidang Umum PBB ke-80. Di antara negara-negara tersebut terdapat kekuatan besar seperti Inggris, Kanada, Australia, Prancis, dan Portugal. Dengan demikian, jumlah negara anggota PBB yang mengakui Palestina akan mencapai 159 dari total 193 negara.

Langkah ini dipandang sebagai pergeseran politik dan hukum yang bersejarah. Bagi rakyat Palestina, pengakuan ini menegaskan hak mereka atas penentuan nasib sendiri dan sekaligus memperdalam isolasi global Israel di tengah agresinya di Gaza dan pendudukan di Tepi Barat.

Inggris, Kanada, dan Australia menjadi negara G7 pertama yang mengakui Palestina. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut pengakuan ini sebagai upaya untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian melalui solusi dua negara. Nada serupa juga disampaikan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, yang menekankan legitimasi aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat.

Portugal pun menyusul. Melalui Menlu Paulo Rangel, Portugal menegaskan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi. Sejumlah negara Eropa lain, termasuk Prancis, diperkirakan akan mengikuti langkah serupa.

Baca Juga

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Bagi para pejabat dan tokoh Palestina, pengakuan ini dianggap sebagai tonggak penting, namun mereka menegaskan bahwa hal tersebut belum cukup. Husam Zomlot, Duta Besar Palestina untuk Inggris, menekankan bahwa selain pengakuan, diperlukan langkah nyata untuk menghentikan genosida di Gaza dan pembersihan etnis di Tepi Barat. Mustafa Barghouthi juga menyerukan sanksi internasional terhadap Israel agar pendudukan segera diakhiri.

Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International menilai bahwa pengakuan tanpa tindakan nyata hanyalah “kata-kata kosong”. Amnesty menuntut penghentian blokade Gaza, pembongkaran permukiman ilegal, penghentian ekspor senjata ke Israel, serta sanksi terhadap pejabat Israel yang terlibat dalam kejahatan perang. Medical Aid for Palestinians (MAP) dan Komite Palestina-Inggris juga mendesak adanya embargo senjata dan larangan perdagangan dengan permukiman ilegal.

Israel merespons keras langkah ini. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pengakuan negara Palestina sebagai ancaman bagi keberadaan Israel dan “hadiah bagi terorisme”. Menteri sayap kanan, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, bahkan menyerukan aneksasi penuh Tepi Barat.

Bagi Palestina, gelombang pengakuan dari negara-negara Barat ini merupakan titik balik diplomasi global. Selama puluhan tahun, negara-negara Barat bersikeras bahwa negara Palestina hanya bisa lahir melalui perundingan dengan Israel. Namun, realitas di lapangan, genosida di Gaza, aneksasi di Tepi Barat, dan sistem apartheid, telah menggeser posisi banyak negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pengakuan ini sebagai langkah penting menuju perdamaian yang adil. Meski demikian, para pengamat menegaskan bahwa pengakuan ini harus diikuti dengan langkah konkret berupa sanksi, embargo senjata, dan tekanan internasional, agar tidak sekadar menjadi simbol di atas kertas sementara rakyat Palestina terus menjadi korban agresi Israel.

Sumber:
The New Arab, Qudsnen, MEMO

ShareTweetSendShare
Previous Post

WHO Peringatkan Runtuhnya Layanan Kesehatan, Israel Lanjutkan Serangan Brutal ke Kota Gaza

Next Post

Mayoritas Korban di Gaza adalah Warga Sipil, Data ACLED Bongkar Klaim Israel

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
22

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
17
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
17
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
17
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
17
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Mayoritas Korban di Gaza adalah Warga Sipil, Data ACLED Bongkar Klaim Israel

Mayoritas Korban di Gaza adalah Warga Sipil, Data ACLED Bongkar Klaim Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630