Indonesia menjadi tuan rumah bagi para pembicara parlemen dari negara-negara lain dalam pertemuan pada Senin (20/11). Dalam pertemuan itu, mereka membahas agresi yang sedang berlangsung di Gaza serta beberapa topik lainnya, Anadolu Agency melaporkan.
Pertemuan tersebut diadakan untuk kesembilan kalinya tahun ini dengan negara-negara anggota MIKTA, sebuah platform konsultasi dan koordinasi informal antarbenua yang didirikan pada tahun 2013. Nama tersebut merupakan inisial negara-negara anggota: Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Selain pertemuan resmi, para petinggi parlemen juga bertemu dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo dan membahas upaya MIKTA untuk menjadi jembatan dalam menghentikan kekerasan Israel di wilayah kantong Palestina di Gaza, kata Widodo di platform media sosial X.
Tema pertemuan MIKTA tahun ini adalah “Tata Kelola Global dalam Fokus: Bagaimana Seharusnya Parlemen Bertindak?” Dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmus, menekankan perlunya mengakhiri agresi di Gaza.
“Jika penindasan terhadap Palestina tidak dapat diakhiri… jika perang ini meluas ke negara-negara tetangga, saya khawatir hal ini akan memicu konflik global.” Kurtulmus mengatakan. “Pengeboman di Gaza, yang mengakibatkan terbunuhnya ribuan anak-anak, termasuk bayi yang baru lahir, menunjukkan bahwa kemanusiaan umat manusia telah mati,” tambahnya.
Kurtulmus juga bertemu dengan rekannya dari Indonesia, Puan Maharani, di sela-sela pertemuan MIKTA. Maharani mengatakan pihak Turki “setuju mengenai pentingnya negara-negara kekuatan menengah menyuarakan gencatan senjata di Palestina sehingga tidak ada lagi korban sipil.” “Kedua negara secara konsisten memperjuangkan penyelesaian konflik Palestina,” kata Maharani di X usai bertemu Kurtulmus.
Sebagai aktor yang berpengaruh di kawasannya, kelima negara tersebut secara konsisten menerapkan pendekatan serupa dan konstruktif bagi perdamaian dan stabilitas regional dan global sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap isu-isu internasional. Struktur ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan koordinasi yang lebih erat antara negara-negara anggota dengan G 20 dan organisasi internasional terkemuka lainnya, dan meningkatkan hubungan antara negara-negara yang berpartisipasi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








